Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BMKG Jawab Kekhawatiran soal Gelombang Panas Ekstrem di Eropa Menular hingga ke Indonesia

BMKG Jawab Kekhawatiran soal Gelombang Panas Ekstrem di Eropa Menular hingga ke Indonesia Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah negara di Eropa memicu kekhawatiran masyarakat Indonesia mengenai potensi fenomena serupa di dalam negeri.

Menanggapi hal tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa kondisi yang terjadi di Indonesia berbeda dengan gelombang panas ekstrem di Eropa.

Pakar Perubahan Iklim BMKG, Ari Kurniadi, menjelaskan bahwa kenaikan suhu di Indonesia merupakan peningkatan suhu rata-rata nasional, bukan gelombang panas ekstrem seperti yang terjadi di kawasan Eropa.

"Jadi Indonesia memang lebih panas dari biasanya dan yang teramati adalah kenaikan suhu rata-rata nasional, bukan gelombang panas ekstrem seperti yang terjadi di Eropa," ujar Ari Kurniadi dalam unggahan resmi BMKG di media sosial.

BMKG menyebut suhu udara rata-rata nasional selama semester pertama 2026 memang berada di atas kondisi normal. Berdasarkan hasil pengamatan, seluruh periode Januari hingga Juni 2026 mencatat anomali suhu positif.

Ari mengungkapkan bahwa Juni 2026 menjadi bulan Juni terpanas sejak pencatatan suhu dilakukan oleh BMKG.

"Sejak Januari hingga Juni 2026, seluruh bulan mengalami anomali positif. Terlebih lagi, Juni 2026 mencatat anomali sebesar 0,7 derajat Celsius dan menjadi Juni terpanas," katanya.

Meski suhu udara terasa lebih panas dibanding biasanya, BMKG menyatakan kondisi pada 2026 masih belum melampaui rekor suhu tertinggi yang terjadi pada 2024.

Berdasarkan data BMKG, rata-rata anomali suhu pada Januari–Juni 2026 mencapai sekitar 0,45 derajat Celsius. Sementara itu, pada periode yang sama tahun 2024, rata-rata anomali suhu mencapai sekitar 0,8 derajat Celsius.

"Jika dibandingkan dengan 2024 sebagai tahun terpanas di Indonesia, kondisi 2026 sekarang ini masih belum melampaui tahun terpanas tersebut," pungkas Ari.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang, menjaga kecukupan cairan tubuh selama cuaca panas, serta tidak mudah percaya pada informasi yang menyamakan kondisi iklim tropis Indonesia dengan gelombang panas ekstrem yang terjadi di belahan bumi utara.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat