Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Desa Energi Berdikari Pertamina Dorong Produksi Pangan 21.357 Ton dan Peluang Usaha Desa

        Desa Energi Berdikari Pertamina Dorong Produksi Pangan 21.357 Ton dan Peluang Usaha Desa Kredit Foto: Pertamina
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Program Desa Energi Berdikari (DEB) PT Pertamina (Persero) berkontribusi meningkatkan produksi pangan hingga 21.357 ton per tahun sepanjang 2025, seiring pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung kegiatan produktif dan pengembangan usaha masyarakat di desa.

        Program tersebut dikembangkan di 262 desa di berbagai wilayah Indonesia hingga akhir Maret 2026. Pertamina membangun infrastruktur energi terbarukan berupa pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 1.302.700 watt-peak (Wp), fasilitas biogas dan biometana berkapasitas 959.302 meter kubik per tahun, serta pembangkit listrik tenaga mikrohidro berkapasitas 52.500 watt.

        Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan pemanfaatan energi bersih dalam program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, dan membuka kegiatan ekonomi baru di tingkat desa.

        “Melalui Program Desa Energi Berdikari, Pertamina menghadirkan energi bersih yang mampu menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat. Energi yang tersedia membantu meningkatkan produktivitas, membuka peluang usaha, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa,” ujar Baron dalam keterangan resmi.

        Energi terbarukan yang dikembangkan melalui DEB disesuaikan dengan potensi sumber daya lokal di masing-masing desa. Pemanfaatannya mencakup dukungan bagi kegiatan pertanian, pengolahan hasil produksi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

        Pertamina menyatakan penggunaan energi bersih di desa menciptakan efek berganda terhadap ekonomi lokal. Selain meningkatkan produksi pangan, ketersediaan energi juga mendorong tumbuhnya UMKM yang menjadi salah satu sumber aktivitas ekonomi dan lapangan kerja di perdesaan.

        Program DEB telah menjangkau 96.925 penerima manfaat. Sementara itu, seluruh program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan Pertamina mencatatkan total 283.841 penerima manfaat.

        Di sisi lingkungan, Program DEB menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 72.979 ton karbon dioksida ekuivalen (CO₂e) per tahun hingga Juni 2026. Penurunan emisi tersebut berasal dari pemanfaatan tenaga surya, biogas, biometana, dan mikrohidro sebagai pengganti sumber energi berbasis bahan bakar fosil.

        Baca Juga: Lowongan Magang Pertamina Resmi Dibuka untuk 400 Posisi, Ini Cara Daftarnya

        Baca Juga: Komut Pertamina Kawal Proyek Strategis Tuban untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

        “Indonesia memiliki potensi energi bersih yang sangat besar. Pertamina akan terus memperluas Program Desa Energi Berdikari agar semakin banyak masyarakat desa yang memperoleh manfaat, baik dari sisi akses energi, peningkatan ekonomi, maupun ketahanan pangan,” kata Baron.

        Program DEB merupakan bagian dari pengembangan energi terbarukan Pertamina di tingkat masyarakat yang dikaitkan dengan agenda kemandirian energi dan penguatan ekonomi desa.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: