Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dari Akuisisi Rp4 Triliun ke Obligasi Rp319 Miliar, Ini Aksi Jumbo DSSA

        Dari Akuisisi Rp4 Triliun ke Obligasi Rp319 Miliar, Ini Aksi Jumbo DSSA Kredit Foto: Dian Swastika Sentosa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjalankan dua aksi korporasi bernilai besar dalam waktu berdekatan, yakni mengakuisisi seluruh saham PT Bali Media Telekomunikasi (BMT) senilai Rp4 triliun dan menerbitkan obligasi serta sukuk mudharabah senilai total Rp319,87 miliar. Akuisisi tersebut menambah eksposur DSSA pada bisnis infrastruktur digital, sedangkan penerbitan surat utang digunakan untuk membayar kewajiban pinjaman bank.

        DSSA melalui anak usahanya, PT DSST Mas Gemilang (DSST) dan PT Sinarmas Sukses Sejahtera (SSS), membeli 11,19 miliar saham atau seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor BMT. Transaksi tersebut ditandatangani pada 29 Juni 2026 dengan nilai Rp4.000.000.000.500, di luar pajak, biaya hukum, dan biaya transaksi lain.

        DSST membeli 11.193.772.119 saham BMT dari PT Infinity Investama (IFI), sedangkan SSS membeli satu saham BMT dari PT Prima Mas Abadi (PMA). Dengan transaksi tersebut, DSSA secara tidak langsung menguasai seluruh saham BMT.

        BMT tercatat sebagai pemegang 24,568% saham PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk berdasarkan laporan registrasi pemegang efek per akhir Mei 2026. Akuisisi tersebut menambah eksposur investasi DSSA di sektor telekomunikasi melalui kepemilikan tidak langsung di BMT.

        Dalam keterbukaan informasi, DSSA menyatakan transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi, tetapi bukan transaksi benturan kepentingan. Nilai transaksi setara 10,54% dari ekuitas DSSA per 31 Desember 2025 sehingga tidak masuk kategori transaksi material berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.

        Nilai aset objek transaksi tercatat Rp14,12 triliun atau setara 19,05% dari total aset DSSA. Adapun objek transaksi membukukan rugi bersih Rp898,45 miliar pada 2025. Nilai tersebut setara 14,82% dari laba bersih DSSA pada periode yang sama.  

        Di tengah aksi akuisisi tersebut, DSSA juga menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Dian Swastatika Sentosa Tahap I Tahun 2026 senilai Rp223,47 miliar serta Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2026 senilai Rp96,4 miliar.

        Obligasi tersebut terdiri atas Seri A senilai Rp106,6 miliar dengan bunga tetap 8,25% dan tenor tiga tahun, serta Seri B senilai Rp116,87 miliar dengan bunga tetap 8,50% dan tenor lima tahun. Sukuk mudharabah menawarkan indikasi imbal hasil setara 8,25% per tahun dengan tenor tiga tahun.

        Masa penawaran umum obligasi dan sukuk berlangsung pada 2–3 Juli 2026. DSSA menjadwalkan distribusi elektronik pada 8 Juli 2026 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli 2026. Pefindo memberikan peringkat idAA untuk obligasi dan idAA(sy) untuk sukuk mudharabah tersebut. 

        Baca Juga: Sah, BTN Resmi Akuisisi Portofolio Kredit Pensiun SMBC Indonesia

         Baca Juga: Maybank Akuisisi 51% Saham Etiqa International Indonesia

        Baca Juga: SpaceX Diprediksi Akuisisi Intel Senilai Rp17.799 Triliun, Ini Alasan Strategis di Baliknya

        Dana hasil penerbitan obligasi, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk memberikan pinjaman kepada PT Surya Kalimantan Sejati (SKS) guna melunasi pokok pinjaman bank. Sebagian dana lainnya akan digunakan untuk membayar sebagian pokok pinjaman DSSA kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

        Penerbitan surat utang ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan II DSSA. Perseroan menyiapkan plafon penerbitan obligasi hingga Rp3,5 triliun dan sukuk mudharabah hingga Rp1,5 triliun yang akan diterbitkan secara bertahap. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: