IKN Proyek Jokowi Terlalu Sepi, Tak Cocok Jadi Proyek Markas Investasi Prabowo
Kredit Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
Pemerintah Indonesia buka suara terkait dengan rencananya membangun Pusat Finansial Internasional (PFI). Wacana tersebut dipastikan belum akan diarahkan ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai kawasan tersebut saat ini masih belum memenuhi karakteristik yang dibutuhkan untuk menjadi pusat aktivitas keuangan kelas dunia. Kota itu sendiri belum sepenuhnya rampung sejak dibangun oleh Presiden Indonesia ke-7, Joko Widodo (Jokowi).
Baca Juga: Iran Tak Akan Maafkan Ancaman Pembunuhan terhadap Khamenei: Kami Akan Memberikan Pelajaran ke Israel
Purbaya bahkan secara terbuka menyebut kondisi kota tersebut masih terlalu sepi sehingga belum ideal dijadikan lokasi bagi pusat investasi internasional.
"Mungkin enggak, (IKN) terlalu sepi," ujar Purbaya di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, pemerintah masih mengkaji sejumlah alternatif lokasi yang dinilai lebih siap menampung aktivitas investor global. Penentuan lokasi akan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kenyamanan pelaku usaha hingga kemudahan akses internasional.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah belum mengambil keputusan final mengenai lokasi Pusat Finansial Internasional. Meski demikian, salah satu wilayah yang tengah dipertimbangkan adalah Bali.
"Kan masih dibahas ya, ada alternatif ya mungkin beberapa di Bali. Tapi mungkin ada beberapa titik juga," katanya.
Purbaya menegaskan, prioritas pemerintah adalah memilih wilayah yang paling nyaman bagi investor asing untuk menjalankan kegiatan bisnis dan keuangan.
"Tapi yang jelas, kita akan cari tempat yang paling comfortable untuk internasional investor," ujarnya.
Gagasan membangun pusat finansial khusus sebelumnya disampaikan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto. Hal itu dilakukannya sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing tanah air di tengah perubahan geopolitik dunia.
Dalam arahannya kepada jajaran kabinet pada, presiden menyampaikan pemerintah tengah mencari lokasi terbaik untuk membangun Special Financial Center. Lokasi tersebut nantinya diharapkan mampu menarik arus investasi internasional.
Menurut Presiden, keberadaan pusat keuangan tersebut akan menjadi instrumen penting untuk memperkuat posisi tanah air sebagai negara tujuan investasi yang aman ketika banyak kawasan dunia menghadapi konflik dan ketidakpastian ekonomi.
Baca Juga: Pengakuan Trump Soal Biaya Perang Iran-Amerika: Mahal tapi Menguntungkan
Pemerintah pun masih membuka berbagai opsi lokasi sebelum menetapkan kawasan yang dianggap paling mampu memenuhi kebutuhan investor global, baik dari sisi infrastruktur, konektivitas maupun ekosistem bisnis yang sudah berkembang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar