Trump Kecewa Yahudi Amerika Tak Kunjung Dukung Partainya, Padahal Sudah Mati-matian Bela Israel
Kredit Foto: Istimewa
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali meluapkan kekecewaannya terhadap mayoritas warga dari Yahudi Amerika. Ia keheranan karena mereka banyak yang tidak memberikan dukungan politik kepada Partai Republik.
Donald Trump mengklaim telah menjadi presiden yang paling berpihak kepada Israel. Menurutnya, tidak ada yang seperti dirinya sepanjang sejarah Amerika Serikat.
Baca Juga: Mediasi Gagal, Tak Ada Lagi Jalan Damai Soal Kasus Ijazah Jokowi
Ia juga mengaku tidak memahami alasan sebagian besar warganya, khususnya yang beretnis terkait, terus memberikan suara kepada Partai Demokrat di Amerika Serikat.
"Bagaimana mungkin seorang yahudi memilih Partai Demokrat. Itu di luar pemahaman saya," kata Trump, dikutip Jumat (3/7).
Ia kemudian menegaskan kembali keyakinannya bahwa dirinya telah memberikan dukungan paling besar kepada Israel. Trump bahkan mengklaim bahwa diriya dicintai oleh masyarakat dari negara tersebut.
"Karena saya adalah presiden terbaik dalam sejarah Israel, dan mereka mengakuinya. Bahkan di Israel saya kira tingkat dukungan kepada saya mencapai sekitar 99 persen," ujar Trump.
Selama masa jabatan pertamanya, ia memang dikenal mengambil sejumlah kebijakan yang menguntungkan Israel. Namun dalam beberapa waktu terakhir, hubungan politiknya dengan sebagian kalangan negara tersebut mulai mendapat sorotan setelah pemerintahannya menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Iran.
Kesepakatan tersebut memicu kekhawatiran sejumlah pejabat Israel. Bahkan, beberapa pengamat menilai isi MoU itu justru berpotensi lebih merugikan keamanan mereka dibandingkan perjanjian nuklir satu dekade lalu yang selama ini dikritik keras oleh Trump.
Perubahan persepsi itu juga tercermin dalam hasil jajak pendapat yang dipublikasikan bulan lalu. Survei Israel menunjukkan hanya 44 persen warganya yang meyakini keamanan negara mereka menjadi salah satu pertimbangan utama dalam mengambil kebijakan oleh Trump.
Di Amerika Serikat sendiri, dukungan pemilih yahudi terhadap politiku itu juga masih relatif rendah. Sejak kampanye pemilihan presiden hingga kembali menjabat, ia berulang kali mempertanyakan kecenderungan mayoritas warga etnis tersebut yang tetap memilih kandidat Partai Demokrat.
Pada masa kampanye 2024, Trump bahkan pernah mengatakan bahwa warga yahudi yang memilih oposisinya "seharusnya memeriksakan kepala mereka."
Data exit poll dalam pemilihan presiden 2016, 2020, dan 2024 menunjukkan mayoritas pemilih Yahudi di Amerika Serikat secara konsisten memberikan suara kepada kandidat dari Partai Demokrat, bukan kepada Trump.
Selain itu, sebuah survei yang dilakukan pada April lalu juga memperlihatkan tingkat kepuasan warga Yahudi Amerika terhadap kinerja Trump sebagai presiden hanya mencapai sekitar 22 persen.
Baca Juga: Amerika Ledek Pemakaman Khamenei di Iran: Tak Akan Ada Banyak Air Mata Jatuh di Sana
Pernyataan terbaru Trump kembali memperlihatkan kekecewaannya terhadap pola dukungan politik komunitas Yahudi di Amerika Serikat. Meski berkali-kali menegaskan dirinya telah memberikan dukungan maksimal kepada Israel, hal itu belum mampu mengubah kecenderungan mayoritas pemilih Yahudi Amerika yang tetap memilih Partai Demokrat dalam setiap pemilihan presiden.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: