Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Amerika Ledek Pemakaman Khamenei di Iran: Tak Akan Ada Banyak Air Mata Jatuh di Sana

Amerika Ledek Pemakaman Khamenei di Iran: Tak Akan Ada Banyak Air Mata Jatuh di Sana Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemakaman Eks Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei diwarnai pernyataan pedas dari Amerika Serikat (AS). Duta Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Mike Waltz menyindir prosesi tersebut dengan mengatakan tidak akan ada banyak warga yang benar-benar menangisi kepergian mantan pemimpin itu di Teheran.

Menurutnya, Khamenei memiliki rekam jejak panjang yang dipenuhi tindakan represif terhadap rakyatnya sendiri. Hal tersebut akan membuatnya tidak begitu dirindukan oleh masyarakat di Iran.

Baca Juga: Amerika Ngamuk Gegara Folarin Balogun Diwajibkan Absen Saat Lawan Belgia

"Saya rasa tidak akan ada banyak air mata yang ditumpahkan untuk seorang Ayatollah yang setidaknya memiliki darah 40.000 rakyatnya sendiri di tangannya, yang ditembaki dengan senapan mesin di jalanan hanya karena berani bersuara," kata Waltz, dikutip Jumat (3/7).

Komentar itu menjadi salah satu kritik paling tajam dari pejabat tinggi dunia menjelang pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di 9 Juli.

Waltz menuduh pemerintahan tersebut selama puluhan tahun menjalankan kebijakan penindasan terhadap masyarakat, termasuk melakukan eksekusi terhadap warga yang menyuarakan kritik.

Ia menyinggung sejumlah kasus eksekusi terhadap pemuda dalam 10 hari terakhir di Iran. Menurut Waltz, informasi mengenai kasus-kasus tersebut berhasil diketahui dunia internasional meski pemerintah Iran menerapkan pembatasan akses internet.

"Sejumlah organisasi hak asasi manusia internasional mampu menembus pemadaman internet dan mengungkap nasib para pemuda tersebut," ujarnya.

Waltz kemudian mempertanyakan alasan pemerintah Iran menjatuhkan hukuman mati kepada mereka.

"Anda tahu apa kejahatan mereka menurut pengadilan revolusi? Berperang melawan Tuhan," katanya.

Menurut Waltz, para pemuda yang dihukum mati itu hanyalah mahasiswa atau warga yang berani menyuarakan aspirasi demi kehidupan yang lebih baik.

"Ini adalah rezim yang mengatakan bahwa para pemuda, mahasiswa yang berani berbicara dan memprotes demi kehidupan yang lebih baik, dianggap berperang melawan Tuhan, lalu dieksekusi," ujar Waltz.

Ia menutup kritiknya dengan menyebut tindakan tersebut sebagai sesuatu yang mengerikan.

"Ini mengerikan," tegasnya.

Pernyataan Waltz dipastikan semakin memperburuk hubungan antara Washington dan Teheran. Kedua dalam beberapa waktu terakhir sudah berada dalam kondisi sangat tegang menyusul konflik militer serta perbedaan sikap mengenai program nuklir dari Iran.

Di sisi lain, Iran tengah mempersiapkan rangkaian pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. Ia akan berlangsung selama beberapa hari sebelum jenazah dimakamkan pada 9 Juli. Prosesi tersebut diperkirakan akan dihadiri para pejabat tinggi serta ribuan pelayat.

Baca Juga: Tak Disangka-sangka, Dokter Tifa Pernah Dibuat Nangis Tim Roy Suryo di Kasus Ijazah Jokowi

Namun Amerika Serikat, di tengah suasana berkabung nasional di negara itu, memberikan komentar keras dan kembali menegaskan bahwa ketegangan politik antara kedua negara masih jauh dari mereda, bahkan hingga menjelang pemakaman salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Republik Islam Iran.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar