Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bukan Andalkan Alam Asri, Begini Strategi Pemprov DKI untuk Dongkrak Ekonomi Pariwisata

        Bukan Andalkan Alam Asri, Begini Strategi Pemprov DKI untuk Dongkrak Ekonomi Pariwisata Kredit Foto: Pexels/ Dwi Rizqi F
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong pengembangan sektor wisata kebugaran dan kesehatan (wellness tourism dan medical tourism) sebagai salah satu strategi memperkuat ekonomi pariwisata sekaligus meningkatkan daya saing ibu kota sebagai kota global.

        Melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta, pemerintah menggandeng industri perhotelan, agen perjalanan, hingga fasilitas layanan kesehatan untuk menghadirkan paket wisata terpadu yang diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.

        Ketua Subkelompok Usaha Pariwisata Disparekraf DKI Jakarta Syarif Hidayat menjelaskan, kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyusunan paket bundling yang menggabungkan akomodasi hotel dengan layanan kebugaran maupun perawatan kesehatan di sejumlah rumah sakit unggulan di Jakarta.

        Paket tersebut mencakup layanan wellness hingga medical tourism yang memanfaatkan keunggulan fasilitas kesehatan di Jakarta, seperti Rumah Sakit Pondok Indah, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, serta rumah sakit lain yang memiliki layanan kesehatan spesialis.

        Menurut Syarif, sinergi antarpelaku industri menjadi faktor penting dalam memperbesar dampak ekonomi sektor pariwisata. Selama ini, berbagai pelaku usaha, seperti hotel dan penyedia layanan wisata, telah memiliki program masing-masing, namun belum terintegrasi sehingga potensi pasar belum dimanfaatkan secara optimal.

        Karena itu, Disparekraf berupaya membangun konektivitas antarasosiasi dan pelaku industri agar tercipta ekosistem pariwisata yang saling mendukung. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan produk wisata yang lebih kompetitif, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta meningkatkan belanja wisata di Jakarta.

        Dari sisi industri, Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) DKI Jakarta menilai keterlibatan pemerintah diperlukan untuk memperkuat koordinasi antarpelaku usaha. Sinergi tersebut diyakini dapat membuka peluang penyusunan paket wisata bersama yang lebih menarik dan memperluas jangkauan promosi.

        Penguatan wisata kebugaran dan kesehatan juga dinilai memiliki prospek ekonomi yang besar karena mampu menghubungkan berbagai sektor usaha sekaligus, mulai dari perhotelan, transportasi, agen perjalanan, layanan kesehatan, hingga usaha mikro yang bergerak di bidang kuliner dan produk kesehatan tradisional.

        Baca Juga: Jakarta Gelar Pemutihan Pajak Sampai Agustus 2026, Begini Imbauan Pramono

        Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno sebelumnya menegaskan bahwa Jakarta memiliki modal kuat untuk mengembangkan wisata kebugaran berbasis budaya. Berbagai warisan lokal, seperti pijat Betawi, ramuan herbal Nusantara, bir pletok, tradisi meditasi, dan olah tubuh menjadi kekayaan autentik yang dapat meningkatkan daya saing Jakarta di tingkat regional maupun internasional.

        Menurut Rano, pengembangan sektor tersebut sejalan dengan transformasi Jakarta menuju kota global yang tidak hanya kompetitif secara ekonomi, tetapi juga menawarkan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat dan pengunjung. Dengan mengoptimalkan potensi wellness tourism, Jakarta diharapkan mampu menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperkuat posisi sebagai destinasi wisata perkotaan berbasis kesehatan dan kebugaran.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: