Prabowo Ingin 'Singkirkan' 16 Ribu Orang Bea Cukai, Purbaya: Saya Sampai September Ini
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut bahwa keputusan untuk membubarkan Bea Cukai sudah diambil oleh Presiden Prabowo Subianto. Presiden ingin mengganti Bea Cukai dengan surveyor internasional asal Swiss, Société Générale de Surveillance (SGS) dengan sistem outsource.
Namun, Purbaya menyebut dirinya berhasil melobi kepada Presiden untuk memberi waktu satu tahun. Untungnya, keadaan membaik setelah delapan bulan.
“Saya baru rapat delapan bulan tapi sudah membaik sedikit. Karena ancaman Presiden jelas, kalau dalam waktu setahun enggak ada perbaikan, Bea Cukai akan dibubarin diganti sama SGS,” kata Purbaya dalam Podcast bersama Deni Sumargo yang tayang Kamis (2/7/2026).
Ada alasan strategis yang membuat Purbaya akhirnya melobi dan mempertahankan Bea Cukai. Padahal, Purbaya juga mengakui bahwa banyak rekan dari Bea Cukai menaruh rasa “tidak suka” kepadanya.
“Dia (pegawai Bea Cukai) bilang, ‘apa dosa Bea Cukai sama Pak Purbaya sehingga Pak Purbaya mau bubarin Bea Cukai?’” kata Purbaya menirukan.
“Lama-lama gua kesal nih. Saya panggillah semua pimpinannya, ‘Saya justru menggebuk Anda ini supaya Anda bisa memperbaiki diri, supaya enggak dibubarin’,” lanjut Purbaya menjawab.
Baca Juga: Bantah PDIP Abu-abu, Puan: Sikap Politik Kami Sudah Jelas dalam Era Prabowo
Purbaya menghitung bahwa akan ada banyak pegawai yang dipecat jika Bea Cukai dibubarkan. Hal itu akan mendatangkan kerugian lain bagi negara.
“Kalau kalau itu terjadi, hilang itu semua 16.000 (pegawai). Saya rasa (kalau) keluarga empat, kan 64.000 orang jadi susah. Kalau gitu pemimpin bertanggung jawab enggak? Saya gagal juga di situ. Jadi saya minta betulin sampai September ini, lalu saya akan masuk lagi ke sana obrak-abrik semuanya,” kata Purbaya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: