Nggak Mau Cuma jadi Penonton, Kemenpora Bidik Kue Sport Tourism Global Rp9.800 Triliun
Kredit Foto: Ilham Nurul Karim
Pemerintah mulai memandang olahraga bukan lagi sekadar ajang kompetisi atau aktivitas rekreasi, melainkan sebagai industri yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk mengambil bagian dalam pasar sport tourism dunia yang nilainya mencapai sekitar US$625 miliar atau setara Rp9.700–9.800 triliun.
Menurut Erick, selama ini olahraga masih kerap dipersepsikan sebagai beban anggaran atau cost center. Padahal, di berbagai negara, olahraga telah berkembang menjadi sumber pendapatan (revenue center) yang mampu menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, hingga memperkuat citra sebuah negara di mata dunia.
"Sport tourism itu nilainya hampir US$625 miliar dan pertumbuhannya sekitar 8 persen. Berapa banyak negara di dunia yang memiliki pertumbuhan ekonomi sampai 8 persen? Artinya komponen sport tourism harus menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar Erick di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Ia menjelaskan, Indonesia memiliki modal yang kuat untuk mengembangkan sektor tersebut. Selain memiliki kekayaan destinasi wisata, Indonesia juga semakin banyak menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga internasional yang mampu menarik ribuan peserta maupun wisatawan.
Salah satu contohnya terlihat dari penyelenggaraan berbagai event lari atau marathon di sejumlah daerah. Erick menyebut saat ini terdapat sekitar 104 event marathon yang digelar di berbagai kota di Indonesia. Kegiatan tersebut tidak hanya menggerakkan industri olahraga, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi melalui sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga penjualan perlengkapan olahraga.
"Orang datang bukan hanya untuk berlari, tetapi juga menginap, makan, berbelanja, dan menikmati destinasi wisata di daerah penyelenggara. Inilah dampak ekonomi yang sering kali terlupakan," katanya.
Baca Juga: Danantara Siapkan Cetak Biru Baru, Kompleks Eks Hotel Sultan Akan Disulap Jadi Area Sport Tourism
Baca Juga: MotoGP Mandalika 2026 Digelar, Pemerintah Bidik Dampak Ekonomi Lewat Sport Tourism
Selain marathon, Erick juga menyoroti penyelenggaraan ajang internasional seperti MotoGP Mandalika yang dinilai telah memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah. Kehadiran event olahraga berskala dunia disebut mampu menarik investasi baru, memacu pertumbuhan usaha lokal, sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke destinasi lain di sekitar lokasi penyelenggaraan.
Menurut Erick, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi industri olahraga global. Dengan potensi alam yang dimiliki, mulai dari pantai untuk surfing, pegunungan untuk hiking, hingga berbagai destinasi wisata lainnya, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadikan sport tourism sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru.
Karena itu, pemerintah kini berupaya mengubah paradigma pembangunan olahraga agar tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah ekonomi melalui pengembangan industri olahraga dan sport tourism secara berkelanjutan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman