Mantap! Erick Thohir Sebut Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika Kini Tembus Rp4,9 Triliun
Kredit Foto: Ilham Nurul Karim
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi kawasan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurutnya, nilai ekonomi yang dihasilkan ajang balap motor dunia tersebut kini telah mencapai Rp4,9 triliun.
Erick mengatakan besarnya dampak ekonomi itu menunjukkan bahwa MotoGP bukan sekadar ajang olahraga, melainkan juga menjadi penggerak sektor pariwisata, investasi, hingga usaha masyarakat di sekitar kawasan Mandalika.
"Impact dari MotoGP itu sekarang sudah Rp4,9 triliun. Kalau kita sekarang ke Mandalika, itu restoran sudah mulai banyak di pesisir utama Mandalika. Orang investasi vila di sana sudah mulai banyak," ujar Erick.
Ia menilai penyelenggaraan MotoGP mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap aktivitas ekonomi. Kehadiran wisatawan yang datang menyaksikan balapan ikut mendorong kunjungan ke berbagai destinasi lain di Pulau Lombok.
"Artinya apa? Ketika ada yang namanya MotoGP, itu nanti atraksi wisata lainnya akan terisi. Di Gili Trawangan, atau ada wisata religi di sana juga banyak cerita-cerita penyebaran Islam," katanya.
Selain wisata bahari dan religi, Erick menyebut Lombok juga memiliki potensi wisata budaya dan alam yang ikut memperoleh manfaat dari penyelenggaraan event internasional tersebut. Menurut dia, wisatawan tidak hanya datang untuk menonton balapan, tetapi juga mengeksplorasi berbagai destinasi yang ada di wilayah itu.
Baca Juga: MotoGP Mandalika 2026 Digelar, Pemerintah Bidik Dampak Ekonomi Lewat Sport Tourism
Baca Juga: Dana Terbatas, Erick Thohir Siapkan Rp61 Miliar untuk Kontingen Indonesia di Asian Games 2026
Ia mencontohkan, Lombok memiliki jejak sejarah yang berkaitan dengan Kerajaan Karangasem di Bali sehingga menghadirkan kekayaan budaya yang khas. Di samping itu, aktivitas seperti surfing dan hiking juga menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan.
Dalam kesempatan yang sama, Erick turut menyinggung tantangan yang dihadapi MotoGP Mandalika tahun ini karena jadwal penyelenggaraannya bertepatan dengan Formula 1 Singapura. Meski demikian, ia memandang kondisi tersebut justru mencerminkan besarnya potensi pasar Indonesia di mata penyelenggara event olahraga dunia.
"Harinya artinya apa? Market kita besar, makanya event besar kita ditabrak sama event besar lain, F1. Itu realita. F1-nya disamakan harinya dengan MotoGP," ujar Erick.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman