Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tokopedia PHK 90% Karyawan, Anak Buah Prabowo Salahkan TikTok: Uangnya Kemana?

        Tokopedia PHK 90% Karyawan, Anak Buah Prabowo Salahkan TikTok: Uangnya Kemana? Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Tokopedia kembali memantik sorotan publik. Setelah mayoritas saham perusahaan e-commerce tersebut diakuisisi TikTok, ribuan pekerja dikabarkan terdampak efisiensi, bahkan beredar informasi bahwa hingga 90 persen karyawan Tokopedia mengalami pemangkasan.

        Kondisi ini memicu pertanyaan dari berbagai pihak, termasuk Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal. Ia menilai perusahaan yang telah mengambil alih Tokopedia tidak bisa lepas tangan terhadap nasib para pekerja.

        Said Iqbal mempertanyakan alasan PHK besar-besaran dilakukan setelah TikTok resmi mengakuisisi mayoritas saham Tokopedia.

        Ia mengingatkan bahwa TikTok sebelumnya telah mengakuisisi 75 persen saham Tokopedia dengan valuasi sekitar US$1,5 miliar. Karena itu, Said mempertanyakan ke mana aliran dana hasil akuisisi tersebut dan apakah dana tersebut turut digunakan untuk memenuhi kewajiban perusahaan kepada para pekerja.

        "TikTok harus tanggung jawab. Kalau saya nggak salah ya, kalau saya salah tolong dikoreksi. TikTok sudah mengakuisisi Tokopedia beberapa waktu yang lalu, sebelum sekarang ini. Kalau nggak salah dia memberikan valuasi US$1,5 miliar," kata Said dalam konferensi pers, Jakarta, Senin (6/7/2026).

        Baca Juga: Nadiem Makarim Jangan Geer, Prabowo Disebut Ogah Beri Amnesti Usai Vonis 10 Tahun

        "Nah, kita mau lihat hubungan kerja antara Tokopedia yang mendapat valuasi suntikan US$1,5 miliar dari TikTok, perusahaan raksasa dunia ini, kemana uangnya?" ujar Said Iqbal.

        Menurutnya, kewajiban perusahaan terhadap pekerja harus menjadi prioritas setelah proses akuisisi. Said juga mengaku menerima informasi bahwa sebagian operasional Tokopedia dipindahkan ke China setelah proses akuisisi berlangsung. Jika informasi itu benar, ia meminta pemerintah tidak tinggal diam dan segera turun tangan.

        "TikTok harus membayar hak-hak karyawan daripada Tokopedia. Karena Tokopedia sudah diakuisisi oleh TikTok. Saya mendengar informasi, baru mendengar, bahwa Tokopedia justru dibalikkan ke China. Karena kan dia punya jaringan digitalnya luar biasa. Oleh karena itu, pemerintah harus hadir," tegas Said Iqbal.

        Sebelumnya, kabar mengenai efisiensi di Tokopedia mencuat setelah perusahaan disebut memangkas hingga 90 persen tenaga kerjanya. Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara TikTok menjelaskan bahwa langkah itu merupakan bagian dari penyesuaian organisasi perusahaan.

        Menurut TikTok, restrukturisasi dilakukan agar riset dan pengembangan (R&D) lebih fokus pada bidang-bidang yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan bisnis jangka panjang sekaligus memberikan manfaat bagi para kreator maupun penjual di platform.

        Baca Juga: Prabowo dan Jokowi Diisukan Mulai Renggang, Ini Kata Gerindra

        "Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan (R&D) pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami," ujar Juru Bicara TikTok saat dihubungi Warta Ekonomi, Kamis (2/7/2026).

        Meski demikian, pihak TikTok mengakui keputusan tersebut bukan langkah yang mudah. Perusahaan menyatakan tengah berupaya memberikan pendampingan kepada para pekerja yang terdampak selama masa transisi.

        "Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini," lanjut Juru Bicara TikTok.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: