Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Fakta Sejarah: PDIP Menang Hanya Saat Ada Jokowi

        Fakta Sejarah: PDIP Menang Hanya Saat Ada Jokowi Kredit Foto: Instagram/Dede Budhyarto
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Mantan Komisaris Independen PT Pelni, Dede Budhyarto, menekankan peran besar Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dalam kemenangan PDIP selama era pasca-Reformasi.

        Menurut Dede, PDIP hanya menang 2 kali dari 5 kali pencalonan capres-cawapres sejak Reformasi, dan keduanya adalah saat Jokowi maju, yakni di Pilpres 2014 dan 2019.

        "Fakta sejarahnya memang begitu. PDIP cuma menang 2x dari 5 kali nyalon capres-cawapres pasca-Reformasi, dan dua-duanya ada Jokowi-nya," tulis Dede di akun X pribadinya, dikutip Senin (6/7).

        Pada Pilpres 2024, ketika Jokowi mendukung Prabowo Subianto, hasilnya justru lebih meyakinkan. Mantan Menteri Pertahanan itu akhirnya menang setelah tiga kali kalah di pilpres sebelumnya.

        "Bukan anomali, tapi bukti bahwa Jokowi lebih besar dari partai itu sendiri," imbuhnya.

        Dede menambahkan, elektabilitas pribadi Jokowi ditambah mesin politik membuat PDIP tanpa Jokowi seperti kehilangan “wonderkid”-nya.

        Baca Juga: Jokowi Berani Safari ke 'Kandang Banteng', PDIP: Waktu jadi Presiden Saja Gagal Loloskan PSI

        Sebagai catatan, PDIP pernah kalah di Pilpres 2004 saat mengusung Megawati Soekarnoputri–Hasyim Muzadi, serta di Pilpres 2009 dengan pasangan Megawati–Prabowo Subianto (koalisi Mega-Pro). 

        Pada Pilpres 2024, pasangan Ganjar Pranowo–Mahfud MD yang diusung PDIP juga hanya menempati posisi ketiga, kalah dari pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: