Trump Sesumbar Bisa Lenyapkan Pemimpin Iran dengan 'Satu Tembakan' di Pemakaman Ali Khamenei
Kredit Foto: Istimewa
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras terhadap Iran. Ia mengklaim Amerika Serikat dapat melenyapkan seluruh jajaran kepemimpinan Iran yang tersisa hanya dengan "satu tembakan" saat mereka berkumpul dalam upacara pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Meski demikian, Trump mengatakan langkah itu tidak akan dilakukan karena menurutnya Amerika Serikat masih membutuhkan mitra untuk bernegosiasi.
"Mereka semua ada di sana. Satu tembakan saja dan kita bisa melenyapkan mereka semua, tapi kita tidak akan melakukannya karena setelah itu kita tidak punya siapa-siapa lagi untuk diajak bernegosiasi. Mereka saat ini sedang memohon-mohon untuk membuat kesepakatan," ujar Trump kepada Axios.
Trump juga menyatakan kedua pihak telah sepakat menghentikan sementara pembicaraan selama sepekan hingga seluruh rangkaian pemakaman Ali Khamenei selesai. Ia mengklaim tidak akan ada serangan dari kedua belah pihak selama periode tersebut.
Ali Khamenei, yang disebut telah memimpin Iran selama 36 tahun, meninggal dunia pada 28 Februari 2026 lalu, itu bertepatan dengan dimulainya serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang kemudian memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah Iran menetapkan 4 Juli sebagai awal rangkaian prosesi pemakaman yang bertepatan dengan peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat.
Sejumlah agenda keagamaan dijadwalkan berlangsung di Kota Qom pada 7 Juli sebelum prosesi pemakaman ditutup pada 9 Juli di Kota Mashhad, yang merupakan kampung halaman Ali Khamenei.
Trump Heran Lihat Warga Iran Menangis
Upacara pemakaman Ali Khamenei disebut dihadiri jutaan warga Iran dan menjadi salah satu peristiwa yang mendapat perhatian dunia.
Dalam salah satu prosesi, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi terlihat menangis. Trump mengaku terkejut melihat respons masyarakat tersebut karena sebelumnya ia mengira rakyat Iran membenci Khamenei.
"Mungkin itu cuma air mata palsu," kata Trump.
Trump juga kembali mengklaim bahwa Amerika Serikat memberikan "libur satu minggu" kepada Iran agar negara itu dapat fokus menyelenggarakan pemakaman.
"Kita mengalahkan Venezuela dalam satu hari, dan kita menghajar Iran habis-habisan, mereka sekarang sekarat dan ingin segera berdamai. Mereka sangat ingin berdamai. Kita beri mereka libur seminggu untuk pemakaman karena kita ini baik," ujarnya.
Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, dilaporkan tidak menghadiri pemakaman ayahnya karena alasan keamanan.
Menurut Ayatollah Hakim Elahi, yang dikutip kantor berita ANI, tingginya ancaman keamanan dan potensi pengawasan dari pihak Israel membuat kemunculan Mojtaba Khamenei di ruang publik dinilai sangat berisiko.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: