Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kalahkan Brasil Bukan dengan Tambah Latihan, Erling Haaland Justru Meditasi

        Kalahkan Brasil Bukan dengan Tambah Latihan, Erling Haaland Justru Meditasi Kredit Foto: Instagram/erling
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Erling Haaland kembali menunjukkan mental matang saat membawa Norwegia menyingkirkan Brasil pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Dalam pertandingan tersebut, striker berusia 25 tahun itu mencetak dua gol yang memastikan langkah timnya ke babak berikutnya.

        Menariknya, penyerang Manchester City itu tidak larut dalam euforia usai membobol gawang salah satu tim favorit juara tersebut. Ia memilih merayakan gol dengan ekspresi yang minim dan pembawaan tetap tenang, meski tengah tampil di salah satu pertandingan paling penting dalam kariernya.

        Selebrasi itu bukan hal baru bagi Haaland. Selama beberapa musim terakhir, ia kerap melakukan selebrasi dengan pose meditasi menyerupai posisi lotus dalam yoga. Ia duduk bersila di lapangan, meletakkan bagian belakang pergelangan tangan di atas lutut, mempertemukan ujung jari telunjuk dengan ibu jari, lalu memejamkan mata sejenak.

        Menurut Haaland, pose tersebut bukan sekadar gaya selebrasi, melainkan mencerminkan kebiasaan yang benar-benar ia jalani dalam kehidupan sehari-hari.

        "Saya sangat menikmati meditasi," kata Haaland seperti dikutip dari laman Premier League, Senin (6/7/2026).

        "Itu membuat saya merasa tenang dan memberi saya kedamaian. Itulah mengapa saya terkadang merayakan gol seperti itu," lanjutnya.

        Dikutip dari ESPN, kekuatan mental menjadi salah satu faktor yang membuat Haaland mampu tampil konsisten di level tertinggi. Dalam olahraga yang identik dengan tuntutan fisik dan tekanan besar, latihan meditasi atau mindfulness dinilai membantu atlet menjaga fokus sekaligus mengendalikan emosi di tengah pertandingan.

        Haaland bukan satu-satunya pesepak bola yang memanfaatkan teknik tersebut. Sejumlah bintang dunia seperti Cristiano Ronaldo, Mohamed Salah, dan Raheem Sterling juga disebut menjadikan latihan ketenangan pikiran sebagai bagian dari persiapan mereka menghadapi kompetisi.

        Psikolog olahraga George Mumford, yang telah mendampingi atlet profesional sejak 1993, menjelaskan bahwa mindfulness membantu atlet menerima rasa cemas dan ketidakpastian tanpa kehilangan fokus terhadap situasi yang sedang dihadapi.

        "Di level tertinggi, Anda harus mampu menerima kecemasan dan ketidakpastian sehingga Anda dapat fokus pada apa yang terjadi saat itu dan mengabaikan gangguan," ujar Mumford.

        Menurutnya, latihan kontemplatif seperti meditasi memungkinkan seseorang mengelola tekanan dan stres secara lebih efektif. Selain itu, meditasi juga menciptakan jeda antara rangsangan dan respons sehingga atlet dapat mengambil keputusan dengan lebih baik.

        Baca Juga: Pakai Baju Ala Pejuang Viking, Sesi Pemotretan Erling Haaland Jelang Piala Dunia Menuai Kontroversi

        "Melakukan latihan kontemplatif, seperti meditasi, akan membantu mengelola tekanan dan stres secara efektif serta menciptakan jarak antara stimulus dan respons, sehingga memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik. Anda memiliki kekuatan untuk memilih respons Anda, daripada hanya bereaksi," kata Mumford.

        Di tengah ketatnya persaingan Piala Dunia 2026, pendekatan mental seperti meditasi menunjukkan bahwa performa atlet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan fisik dan teknik. 

        Kemampuan menjaga ketenangan, mengendalikan emosi, serta tetap fokus di bawah tekanan menjadi faktor penting yang turut menentukan hasil pertandingan, sebagaimana ditunjukkan Haaland bersama Timnas Norwegia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: