Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dedi Mulyadi Minta Maaf Jabar Belum Merdeka di HUT RI ke-81: Ironi Itu Harus Kita Selesaikan...

Dedi Mulyadi Minta Maaf Jabar Belum Merdeka di HUT RI ke-81: Ironi Itu Harus Kita Selesaikan... Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menyampaikan pesan tak biasa dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Di tengah momentum perayaan kemerdekaan, ia justru meminta maaf kepada masyarakat wilayahnya karena pemerintah belum sepenuhnya mampu menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh warga.

“81 Tahun Indonesia merdeka, kami belum bisa memerdekakan seluruh rakyat di Jawa Barat,” ucap Dedi, dikutip Selasa (18/8/2026).

Baca Juga: Beda Cara Dedi Mulyadi Gelar Upacara HUT RI ke-81: Kuli Bangunan hingga Ojol Jadi Tamu VIP

Menurut Dedi, kemerdekaan tidak cukup dimaknai sebagai terbebasnya negara dari penjajahan. Bagi masyarakat, kemerdekaan juga harus diwujudkan dalam bentuk terpenuhinya kebutuhan dasar. Salah satu persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerahnya adalah akses listrik.

Dedi mengungkapkan masih ada sekitar 80.000 warganya  yang belum mendapatkan akses jaringan listrik. Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri menargetkan persoalan tersebut dapat diselesaikan pada 2027.

Angka itu sebenarnya sudah mengalami penurunan signifikan. Dedi mengatakan ketika mulai menjabat pada tahun lalu, jumlah warga yang belum memperoleh akses listrik tercatat lebih dari 500.000 orang.

Namun, menurut dia, masih adanya puluhan ribu warga tanpa listrik menjadi persoalan yang tidak bisa dianggap selesai.

Kondisi tersebut bahkan dinilai ironis karena wilayahnya merupakan salah satu wilayah dengan sumber energi besar, termasuk pembangkit listrik tenaga air dan energi panas bumi.

“Ironi itu harus kita selesaikan secara bersama, dengan upaya melakukan penataan dalam sistem keuangan pemprov, untuk terarah pada aspek yang menjadi kebutuhan dasar warga,” katanya.

Dedi menilai pemerintah harus mengarahkan pembangunan pada kebutuhan dasar masyarakat. Baginya, ukuran keberhasilan pemerintah bukan hanya pembangunan fisik, melainkan sejauh mana masyarakat merasakan manfaatnya.

Pesan Dedi tersebut disampaikan beriringan dengan konsep upacara yang juga menempatkan masyarakat pekerja sebagai tamu VIP. Petani, nelayan, pengemudi ojek online, petugas kebersihan dan pekerja bangunan mendapat tempat khusus dalam peringatan HUT RI.

Menurut Dedi, pendekatan tersebut merupakan pengingat bahwa kemerdekaan harus kembali pada kepentingan rakyat. Ia menegaskan pembangunan kesejahteraan membutuhkan kerja bersama antara Pemprov Jawa Barat hingga Anggota Dewa Jawa Barat.

Baca Juga: Absen di Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa: Saya Tidak Mangkir, Kita Semua Berjuang...

“Tujuan kita adalah satu, mewujudkan masyarakat yang merdeka, berdaulat, adil dan makmur,” tuturnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar