Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8%, Pemerintah Ubah Peran KEK Jadi Pusat Talenta dan Riset

        Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8%, Pemerintah Ubah Peran KEK Jadi Pusat Talenta dan Riset Kredit Foto: Cita Auliana
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah memperkuat transformasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai bagian dari strategi mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%. KEK kini diarahkan tidak hanya menjadi pusat investasi dan industri, tetapi juga berkembang sebagai pusat inovasi, pendidikan, riset, dan pengembangan talenta.

        Komitmen tersebut diperkuat melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara KEK Singhasari dan Indian Institute of Management (IIM) Bangalore. Penandatanganan kerja sama itu disaksikan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, yang mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin (6/7).

        Susiwijono Moegiarso, mengatakan bahwa pemerintah terus mendorong pengembangan talenta berdaya saing global sebagai salah satu fondasi utama peningkatan produktivitas dan daya saing nasional

        “Mempertahankan pertumbuhan ekonomi saja tidak cukup. Indonesia telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%, yang membutuhkan investasi yang lebih besar, produktivitas yang lebih tinggi, inovasi yang semakin kuat, serta sumber daya manusia yang berdaya saing global,” tutur Susiwojono di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (6/7/2026).

        Menurutnya, arah pembangunan tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, serta transformasi digital sebagai prioritas pembangunan nasional. 

        Karena itu, kemitraan antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri dinilai menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan masa depan.

        Susiwijono menjelaskan, transformasi peran KEK juga terlihat dari capaian yang telah diraih. Hingga triwulan I 2026, 25 KEK di Indonesia telah mencatatkan realisasi investasi kumulatif sebesar Rp353,3 triliun, menyerap 266.688 tenaga kerja, serta dihuni oleh 471 pelaku usaha.

        Sebagai KEK pertama di Indonesia yang berfokus pada ekonomi digital, pendidikan, dan teknologi, KEK Singhasari terus memperkuat posisinya sebagai international hub bagi inovasi dan pengembangan talenta. 

        Setelah menjalin kemitraan dengan King's College London, KEK Singhasari kini bekerja sama dengan IIM Bangalore, salah satu institusi pendidikan manajemen terkemuka di Asia. 

        “Kolaborasi ini mencerminkan transformasi KEK Indonesia dari kawasan industri menjadi ekosistem yang mengintegrasikan investasi, pendidikan, teknologi, riset, dan pengembangan talenta untuk menciptakan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan,” jelasnya.

        Lebih lanjut, kerja sama dengan IIM Bangalore juga melengkapi berbagai inisiatif kolaborasi Indonesia–India yang telah berkembang di KEK Singhasari, termasuk juga melalui Cyber Defense Academy dan Mumbai–Malang Creative Tech Corridor. 

        Baca Juga: KEK Jadi Opsi Utama Lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia

        Baca Juga: KEK Batang Siapkan SDM Industri untuk Tekan Risiko Turnover Karyawan

        Momentum tersebut semakin memperkuat hubungan strategis Indonesia dan India yang terus berkembang, termasuk di bidang perdagangan, investasi, pendidikan, dan teknologi. Pada tahun 2025, nilai perdagangan bilateral kedua negara mencapai USD23,2 miliar, sementara selama Januari–April 2026 tercatat sebesar USD7,9 miliar.

        “Saya yakin kemitraan ini akan menandai tonggak penting dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia, memperkuat ekosistem pendidikan tinggi kita, memperdalam kolaborasi akademisi dan industri, serta memastikan bahwa manfaat dari pengembangan KEK dapat diwujudkan dalam bentuk sumber daya manusia yang lebih unggul dan peluang yang lebih besar bagi generasi mendatang,” ujar Susiwijono.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: