Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Produksi Listrik PLN Nusantara Power Tembus 66.919 GWh pada 2025

        Produksi Listrik PLN Nusantara Power Tembus 66.919 GWh pada 2025 Kredit Foto: PLN NP
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PLN Nusantara Power (PLN NP) mencatatkan produksi energi listrik sebesar 66.919 gigawatt hour (GWh) sepanjang 2025. 

        Pada periode yang sama, subholding pembangkitan PT PLN (Persero) itu juga berhasil menekan Biaya Pokok Produksi (BPP) hingga 11,4% melalui optimalisasi bauran energi (energy mix).

        Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil penguatan strategi operasional, peningkatan efisiensi, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya pembangkitan.

        “PLN NP tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi energi listrik, tetapi juga memastikan bahwa listrik yang dihasilkan berasal dari proses yang semakin efisien, lebih bersih, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Capaian operasional ini menjadi bukti nyata transformasi PLN NP menuju perusahaan energi kelas dunia yang adaptif, unggul, dan berkelanjutan,” ujar Ruly dalam keterangan resmi, Selasa (7/7/2026).

        Selain meningkatkan produksi listrik, PLN NP juga mencatatkan peningkatan keandalan pembangkit. 

        Hal tersebut tercermin dari capaian indikator teknis Equivalent Forced Outage Rate (EFOR) pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang melampaui target, mencerminkan meningkatnya kesiapan unit pembangkit dalam menjaga keandalan pasokan listrik nasional.

        Di sisi keberlanjutan, PLN NP melaporkan program pengurangan emisi karbon melalui inisiatif Green and Lean mencapai 1,46% atau setara 110% dari target 2025.

        Perseroan menyebut capaian tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung transisi energi dan pengelolaan pembangkit yang lebih ramah lingkungan.

        Wakil Direktur Utama PT PLN (Persero), Yusuf Didi Setiarto, mengapresiasi kinerja operasional dan efisiensi yang dibukukan PLN NP.

        “Saya mengapresiasi pencapaian luar biasa PLN NP yang mampu menjaga kinerja produksi energi listrik secara solid, sekaligus menurunkan Biaya Pokok Produksi secara signifikan. Hal ini menunjukkan kontribusi nyata PLN NP dalam mendukung keandalan pasokan listrik nasional, efisiensi perusahaan, dan sejalan dengan program pemerintah, khususnya dalam optimalisasi biaya di lingkungan PLN Group,” terang Yusuf Didi.

        Baca Juga: PLN EPI Bidik Bioenergi sebagai Penopang Ketahanan Energi Nasional

        Baca Juga: Ini Strategi PLN Capai PLTS 100 GW Prabowo

        Dari sisi diversifikasi usaha, PLN NP membukukan pendapatan beyond kWh sebesar Rp1,1 triliun atau mencapai 160% dari target Rp688 miliar. Pendapatan tersebut berasal dari sejumlah lini usaha, termasuk proyek energi di Malaysia, Bangladesh, dan Timor Leste.

        Perseroan juga mencatatkan skor tertinggi dalam penilaian Maturity Level Good Corporate Governance (GCG) di lingkungan PLN Group.

        “Bagi kami, keberlanjutan tidak hanya berbicara mengenai teknologi hijau, tetapi juga mengenai integritas dan tata kelola yang baik dalam menjalankan bisnis. Dengan fondasi governance yang kuat, PLN NP siap memperluas kolaborasi, memperkuat kemitraan strategis, dan mendukung peta jalan transisi energi Indonesia,” tambah Ruly.

        Selain itu, PLN NP terus memperkuat portofolio pembangkit melalui pengembangan pembangkit listrik dengan total kapasitas 696,9 megawatt (MW) di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan pasokan listrik nasional dan mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan energi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: