Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Perbankan Masuki Bank 5.0, OJK: AI dan Blockchain Percepat Inovasi

        Perbankan Masuki Bank 5.0, OJK: AI dan Blockchain Percepat Inovasi Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai industri perbankan Indonesia telah memasuki era Bank 5.0 yang ditandai dengan semakin masifnya pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), blockchain, dan analisis big data. Perkembangan tersebut dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mempercepat inovasi layanan keuangan.

        Deputi Komisioner Pengaturan, Perizinan, dan Pengendalian Kualitas OJK Deden Firman H. mengatakan transformasi digital di sektor perbankan terus berkembang, mulai dari era Bank 1.0 hingga kini memasuki Bank 5.0 yang menggabungkan kreativitas manusia dengan kemampuan AI.

        "Pada saat kita memasuki generasi 5.0 di dunia perbankan, ditandai dengan masifnya penggunaan otomasi melalui kombinasi antara kreativitas manusia dan AI, maka kita melihat adanya peningkatan produktivitas yang lebih tinggi di dunia perbankan," ujar Deden dalam Indonesia Digital Banking Summit 2026, Selasa (7/7/2026).

        Menurut Deden, selain AI, teknologi blockchain dan analisis big data telah menjadi fondasi penting dalam mendorong transformasi industri perbankan. Pemanfaatan teknologi tersebut memungkinkan bank menghadirkan inovasi produk dan layanan dengan lebih cepat.

        Ia menambahkan, evolusi teknologi juga mendorong integrasi layanan di sektor jasa keuangan. Kolaborasi kini tidak hanya terjadi di antara perbankan, tetapi juga melibatkan industri pasar modal, asuransi, hingga perusahaan teknologi finansial (financial technology/fintech).

        "Perkembangan teknologi perbankan juga ditandai dengan integrasi layanan atau semakin convergent-nya antara satu industri keuangan dengan industri keuangan yang lain," katanya.

        Deden mengatakan perkembangan fintech dan e-commerce dalam beberapa tahun terakhir turut mempercepat digitalisasi sektor keuangan. Kondisi tersebut mendorong perbankan memperkuat kolaborasi dalam ekosistem digital guna menghadirkan layanan yang lebih terintegrasi.

        Di sisi lain, besarnya potensi ekonomi digital Indonesia turut mempercepat transformasi tersebut. OJK mencatat lebih dari 230 juta penduduk Indonesia atau lebih dari 80 persen populasi telah menjadi pengguna internet aktif. Sementara itu, jumlah koneksi internet di Indonesia telah mencapai sekitar 331 juta.

        Baca Juga: Babak Baru Kasus Kartel Pinjol, AFTECH Pastikan Mayoritas Perusahaan Gugat Putusan KPPU

        Baca Juga: AFTECH Sebut Implementasi Universal Banking UU P2SK Bakal Dongkrak Standar Kepatuhan Fintech

        Baca Juga: Sambut Era Universal Banking, AFTECH: Indonesia Berpeluang Jadi Kiblat Keuangan Digital Regional

        Seiring meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap layanan digital, industri perbankan dituntut terus berinovasi. Saat ini, sejumlah bank telah mengembangkan super app yang memungkinkan berbagai produk dan layanan keuangan diakses melalui satu aplikasi.

        "Transformasi digital telah terbukti memperluas peran bank di kehidupan masyarakat. Bank yang pada awalnya memiliki peran terbatas, kini memiliki peran sentral dalam transaksi ekonomi masyarakat sehari-hari didukung integrasi layanan keuangan dalam ekosistem ekonomi digital," tuturnya.

        Deden menegaskan OJK akan terus mendukung transformasi digital di sektor jasa keuangan untuk meningkatkan daya saing industri sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: