Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Argentina Menang Atasi Mesir dengan Modal 2M

        Argentina Menang Atasi Mesir dengan Modal 2M Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Fantastis!itulah gambaran pertandingan antara Argentina vs Mesir di babak perdelapan final. Tim Tango berhasil mengalahkan Mesir dengan skor 3-2 melalui drama yang sungguh menegangkan. Tidak ketinggalan lolosnya Argentina bermodalkan 2M, yakni mentalitas dan Messi.

        Susunan Pemain

        ARGENTINA XI (4-4-2):

        Emiliano Martinez; Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Nicolas Tagliafico; Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, Leandro Paredes, Enzo Fernandez; Lionel Messi, Julian Alvarez.

        MESIR XI (4-4-2):

        Mostafa Shobeir; Mohamed Hany, Yasser Ibrahim, Ramy Rabia, Karim Hafez; Emam Ashour, Marwan Attia, Mohanad Lasheen, Haissem Hassan; Mohamed Salah, Mostafa Zico.

        Jalannya Pertandingan

        Menit ke-15, Mesir membuka keunggulan melalui skema sepak pojok pendek yang diakhiri umpan lambung apik dari Attia. Yasser Ibrahim melompat dengan timing sempurna, memenangi duel udara atas Lisandro Martinez, lalu menanduk bola keras ke tiang jauh. Mesir unggul 1-0.

        Hingga peluit babak pertama selesai, Argentina tertinggal dari Mo Salah cs. Argentina sebenarnya unggul dalam statistik expected goals (xG) dengan angka 1,51 berbanding 0,21 dan menciptakan tiga peluang emas berdasarkan data Opta. Namun, penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah utama.

        Untuk pertama kalinya sejak 2010, Argentina harus menutup babak pertama Piala Dunia dalam posisi tertinggal. Gol sundulan Ibrahim pada menit ke-15 menjadi pembeda hingga turun minum.

        Padahal di babak pertama Argentina memiliki sejumlah peluang emas. Argentina mendapat hadiah penalti setelah Hassan melanggar Tagliafico di kotak terlarang. Namun, eksekusi Lionel Messi berhasil ditepis Shobeir yang tampil gemilang. Selain itu, kiper Mesir itu juga menggagalkan sundulan Mac Allister dan tembakan first-time Julian Alvarez.

        Mesir hanya membutuhkan 45 menit lagi untuk menciptakan kejutan besar. Meski demikian, Argentina tetap menjadi ancaman berkat kualitas Lionel Messi dan rekan-rekannya.

        Di babak kedua, Argentina masih mendominasi permainan, beberapa serangan berbahaya juga diciptakan oleh anak asuh Lionel Scaloni, sayang tak satu pun jadi gol. Justru di menit ke-67, malapateka kedua terjadi. Mesir berhasil menggandakan keunggulan lewat Mostafa Zico.

        Berawal dari kegagalan Argentina memanfaatkan sepak pojok, Mohamed Salah memimpin serangan balik cepat sebelum mengirim bola kepada Hassan di dalam kotak penalti. Hassan lalu memberikan umpan tarik yang diselesaikan Zico menjadi gol kedua Mesir.

        Pada menit ke-79, Argentina berhasil memperkecil skor lewat sundulan Cristian Romero setelah menerima umpan silang akurat dari Lionel Messi. Kiper Mesir Shobeir kali ini gagal menghentikan bola dan skor berubah menjadi 2-1.

        Pertahanan Mesir gagal menghalau bola hasil umpan silang. Gonzalo Montiel kemudian memberikan bola kepada Messi yang langsung melepaskan tembakan first-time. Bola sempat membentur mistar setelah ditepis Shobeir sebelum akhirnya masuk ke gawang. Skor menjadi 2-2.

        Malapateka itu akhirnya terjadi buat Mesir, karena pada menit ke-90+2 Julian Alvarez mengirim bola panjang kepada Lautaro Martinez di sisi kanan. Penyerang Inter Milan itu mengontrol bola dengan baik sebelum melepaskan umpan silang ke kotak penalti. Enzo Fernandez menyambutnya dengan sundulan keras ke tiang jauh untuk membawa Argentina berbalik unggul 3-2.

        Wasit meniup peluit pertandingan dan hasil akhir, Argentina 3-2 Mesir.

        Argentina menunjukkan mental juara dengan bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menundukkan Mesir 3-2 pada babak 16 besar.

        Setelah sundulan Yasser Ibrahim membawa Mesir unggul di babak pertama, situasi semakin sulit bagi Argentina ketika penalti Lionel Messi digagalkan oleh Mostafa Shobeir. Kiper Mesir tersebut juga melakukan sejumlah penyelamatan penting terhadap peluang Alexis Mac Allister dan Julian Alvarez.

        Di babak kedua, Mostafa Zico sempat mencetak gol yang dianulir VAR akibat pelanggaran terhadap Lisandro Martinez. Namun, ia akhirnya benar-benar menggandakan keunggulan Mesir pada menit ke-67 melalui serangan balik cepat.

        Kebangkitan Argentina dimulai pada menit ke-79 lewat sundulan Cristian Romero dari umpan Messi. Empat menit kemudian, Messi mencetak gol penyama kedudukan melalui tembakan first-time. Drama mencapai puncaknya pada menit ke-90+2 ketika Enzo Fernandez mencetak gol kemenangan melalui sundulan yang memastikan Argentina lolos ke babak perempat final.

        Secara statistik, Argentina tampil jauh lebih dominan dengan xG 2,8 berbanding 0,98 serta melepaskan 19 tembakan dibanding lima milik Mesir. Meski gagal melaju, Mesir tetap layak mendapat apresiasi atas penampilan impresif yang nyaris menghadirkan salah satu kejutan terbesar di turnamen.

        Di babak perempat final, Argentina akan menghadapi pemenang pertandingan antara Swiss dan Kolombia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: