Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Indosat Jadwalkan RUPSLB 29 September, Ada Apa?

Indosat Jadwalkan RUPSLB 29 September, Ada Apa? Kredit Foto: Khairunnisak Lubis
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Indosat Tbk (ISAT) berencana akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Selasa, 29 September 2026 secara elektronik melalui platform eASY.KSEI milik PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Rencana tersebut disampaikan melalui keterbukaan informasi sebagai pemenuhan POJK Nomor 15/POJK.04/2020 dan POJK Nomor 14 Tahun 2025 tentang pelaksanaan RUPS secara elektronik.

Indosat akan mengumumkan pemanggilan resmi beserta mata acara RUPSLB pada Senin, 31 Agustus 2026 melalui situs BEI, situs resmi perseroan, dan eASY.KSEI.

Pemegang saham yang berhak menghadiri atau diwakili adalah yang tercatat dalam DPS atau rekening efek Bank Kustodian/Perusahaan Efek pada Jumat, 28 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB. Perseroan juga menyediakan fasilitas voting elektronik dan e-Proxy yang dapat digunakan sejak pemanggilan diterbitkan hingga Senin, 28 September 2026.

Pemegang saham yang mewakili sedikitnya 1/20 atau 5% saham dengan hak suara sah dapat mengusulkan mata acara RUPSLB. Usulan tertulis kepada Direksi harus disampaikan paling lambat Senin, 24 Agustus 2026 dan memenuhi ketentuan anggaran dasar serta peraturan yang berlaku.

Kinerja Keuangan Semester I-2026

Rencana RUPSLB tersebut datang setelah kinerja Indosat pada semester I-2026 menunjukkan pertumbuhan positif. Perseroan membukukan laba bersih Rp4,31 triliun, naik 84,5% dari Rp2,34 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan konsolidasian juga tumbuh 13,1% menjadi Rp30,65 triliun dari sebelumnya Rp27,11 triliun.

Baca Juga: Bos Indosat Kompak Serok Saham, Sinyal Apa buat Investor?

Baca Juga: Indosat (ISAT) Raup Laba Rp4,3 Triliun, Pendapatan Seluler Jadi Penopang

Baca Juga: Perusahaan Haji Isam Ini Segera Gelar RUPSLB, Muncul di Tengah Rumor Akuisisi BYAN

Pendapatan terbesar berasal dari layanan seluler sebesar Rp25,53 triliun, naik 12,2%. Segmen MIDI mencatat pendapatan Rp4,69 triliun atau tumbuh 18,5%, sedangkan telekomunikasi tetap naik 8,4% menjadi Rp431,9 miliar.

Dari sisi operasional, jumlah pelanggan seluler mencapai 93,4 juta, dengan ARPU gabungan meningkat 17,3% menjadi Rp46 ribu.

Dengan kinerja yang solid tersebut, agenda RUPSLB September mendatang menjadi perhatian investor untuk mengetahui keputusan dan aksi korporasi yang akan dibahas Indosat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan