Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        AS-Iran Mulai Serang Lagi, Kapal Pertamina Pride Bisa Keluar Selat Hormuz

        AS-Iran Mulai Serang Lagi, Kapal Pertamina Pride Bisa Keluar Selat Hormuz Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Indonesia memastikan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) berhasil melintasi Selat Hormuz dengan selamat di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Iran dan Amerika Serikat.

        Keberhasilan tersebut dinilai menjadi sinyal positif bahwa jalur pelayaran strategis itu tetap dapat dilalui meski kondisi keamanan kawasan masih cepat berubah.

        Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan kapal tanker very large crude carrier (VLCC) Pertamina Pride berhasil melintasi Selat Hormuz pada pekan ini. Sebelumnya, kapal tanker Pertamina lainnya, Gamsunoro, juga telah lebih dahulu keluar dari kawasan tersebut pada 24 Juni 2026 setelah sempat tertahan.

        "Keberhasilan ini, setelah sebelumnya kapal Gamsunoro berhasil melintas dengan aman pada Juni, menunjukkan perkembangan di kawasan yang positif meski situasi sangat dinamis," ujar Yvonne dalam taklimat media di Jakarta, Kamis (9/7/2026) dikutip dari ANTARA.

        Menurut Yvonne, keberhasilan pelayaran Pertamina Pride tidak terlepas dari koordinasi intensif antara Kemlu RI, Kedutaan Besar RI di Teheran, serta PT Pertamina International Shipping sebagai operator kapal. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan kapal beserta seluruh awak selama melintasi salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.

        Ia juga menyampaikan bahwa komunikasi yang baik dengan otoritas terkait di Iran turut mendukung kelancaran proses pelayaran. Setelah berhasil keluar dari Selat Hormuz, Pertamina Pride dijadwalkan tiba di Indonesia pada 23 Juli 2026.

        Sementara itu, Pelaksana Tugas (Pjs) Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping, Vega Pita, memastikan baik Gamsunoro maupun Pertamina Pride kini telah melanjutkan pelayaran menuju Indonesia.

        "Kedua kapal milik PIS yang tertahan sejak Maret lalu kini bisa kembali melanjutkan perjalanan dan beroperasi seperti biasa," kata Vega dalam keterangannya.

        Ia menjelaskan Pertamina Pride mulai bergerak pada Selasa (7/7/2026) pukul 13.00 waktu Dubai atau 16.00 WIB. Kapal kemudian berhasil melewati area kritis dan Selat Hormuz pada Rabu (8/7/2026) pukul 00.15 WIB.

        Menurut Vega, keputusan waktu keberangkatan dan rute pelayaran telah melalui proses penilaian risiko yang ketat sebagaimana diterapkan saat pelayaran Gamsunoro. Penilaian tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari operasional, keamanan, perlindungan asuransi, hingga kesiapan awak kapal.

        Seluruh awak Pertamina Pride dipastikan berada dalam kondisi aman. Setelah berhasil melintasi Selat Hormuz, kapal tanker berkapasitas sekitar 2 juta barel minyak mentah itu langsung melanjutkan pelayaran menuju Kilang Cilacap guna mengirimkan muatan sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional.

        Baca Juga: Pertamina dan Boeing Jajaki Pengembangan Ekosistem SAF Indonesia

        Keberhasilan kedua kapal Pertamina melintasi Selat Hormuz terjadi di tengah kembali memanasnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Pada Selasa malam (7/7/2026), Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap sekitar 80 sasaran militer di Iran sebagai respons atas serangan yang diklaim dilakukan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

        Sehari kemudian, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan telah membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke 85 target militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, termasuk fasilitas militer di Bahrain dan Kuwait.

        Pada hari yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menyatakan nota kesepahaman (MoU) dengan Iran yang sebelumnya ditujukan untuk mengakhiri konflik telah berakhir.

        Meski ketegangan geopolitik masih berlangsung, pemerintah menilai keberhasilan pelayaran Pertamina Pride dan Gamsunoro menunjukkan bahwa koordinasi diplomatik serta pengelolaan risiko yang matang mampu menjaga keselamatan kapal Indonesia yang melintasi jalur strategis tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: