Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bukan Tumbler, Suvenir Erdogan untuk Pemimpin NATO: Pistol dan Amunisi

        Bukan Tumbler, Suvenir Erdogan untuk Pemimpin NATO: Pistol dan Amunisi Kredit Foto: Reuters/Mast Irham
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dilaporkan memberikan pistol beserta sekotak amunisi kepada setiap kepala negara dan pemerintahan anggota NATO yang menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara. Hadiah tersebut menjadi perhatian karena sejumlah pemimpin harus mengikuti prosedur khusus terkait kepemilikan dan pengangkutan senjata api setelah kembali ke negara masing-masing.

        Laporan mengenai pemberian suvenir tersebut dikonfirmasi oleh dua pejabat Uni Eropa. Keduanya menyebut Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa termasuk di antara para pemimpin yang menerima hadiah dari Erdogan pada penutupan pertemuan.

        Salah seorang pejabat mengatakan tim pengamanan Antonio Costa langsung membawa pistol tersebut untuk menjalani pemeriksaan sesuai prosedur keamanan. Setelah itu, senjata tersebut akan diproses berdasarkan ketentuan hukum Belgia sebelum disimpan oleh Sekretariat Jenderal Dewan Uni Eropa.

        Menurut sumber yang dikutip Politico, prosedur tersebut dilakukan untuk memastikan kepemilikan dan penyimpanan senjata memenuhi seluruh persyaratan keamanan yang berlaku di Belgia.

        Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga mengungkapkan menerima hadiah serupa. Ia menjelaskan pistol tersebut dilengkapi ukiran nama masing-masing pemimpin serta disertai sekotak amunisi.

        Namun, Starmer mengatakan dirinya tidak membawa pulang hadiah tersebut karena akan menimbulkan persoalan hukum apabila masuk ke Inggris. Menurutnya, senjata tersebut harus ditinggalkan di Turki meskipun Erdogan sebelumnya disebut telah mencabut pembatasan ekspor atas pistol tersebut.

        Hingga kini, Kantor Perdana Menteri Inggris belum merilis foto maupun pernyataan resmi mengenai hadiah tersebut. Pemerintah Turki juga belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan yang beredar.

        KTT NATO di Ankara berlangsung pada 7–8 Juni dan dihadiri para kepala negara serta kepala pemerintahan negara anggota aliansi. Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut menghadiri pertemuan tersebut bersama para pemimpin negara anggota lainnya.

        Selain negara anggota NATO, sejumlah tamu undangan juga hadir dalam forum tersebut, di antaranya Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung. Pertemuan itu membahas berbagai isu keamanan dan pertahanan, termasuk perkembangan situasi geopolitik di kawasan Eropa dan Timur Tengah.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: