PNM Perluas Layanan Keuangan hingga 516 Jaringan di Wilayah 3T, Perkuat Inklusi Ekonomi
Kredit Foto: Ist
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).
Di bawah naungan Danantara Indonesia, PNM kini mengoperasikan 516 unit jaringan di kawasan 3T sebagai bagian dari upaya memperkuat inklusi keuangan dan pemerataan ekonomi nasional.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat yang selama ini terkendala faktor geografis dalam memperoleh layanan keuangan formal.
Hingga saat ini, PNM telah memiliki 4.035 unit jaringan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Sebanyak 516 di antaranya berada di wilayah 3T yang memiliki tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur.
Direktur Utama PNM, Kindaris, mengatakan jaringan tersebut menjangkau berbagai wilayah terpencil, mulai dari pulau-pulau kecil di Natuna, Kepulauan Talaud, Maluku, dataran tinggi Papua, pedalaman Kalimantan, hingga kawasan perbatasan di Nusa Tenggara.
"Lebih dari 10 persen jaringan pelayanan PNM menjangkau wilayah-wilayah dengan medan yang penuh tantangan. Memperluas jangkauan layanan ke wilayah 3T bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan bentuk nyata menghadirkan keadilan ekonomi," ujar Kindaris.
Menurutnya, pembiayaan yang difokuskan kepada perempuan pelaku usaha ultra mikro di wilayah prasejahtera mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Masuknya PNM ke dalam ekosistem Danantara Indonesia dinilai menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas perusahaan dalam memperluas akses pembiayaan dan layanan pemberdayaan kepada masyarakat.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mendorong agar pembiayaan terus diarahkan ke sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Langkah tersebut juga sejalan dengan program Danantara Indonesia CX100 yang berfokus pada peningkatan kualitas pengalaman pelanggan di lingkungan badan usaha milik negara (BUMN).
"Keberhasilan bukan diukur dari seberapa jauh kami menyalurkan pembiayaan, tetapi seberapa jauh kami mampu menghadirkan harapan hingga ke wilayah yang paling sulit dijangkau," kata Kindaris.
Pendampingan Jadi Kunci Keberhasilan Nasabah
PNM menegaskan bahwa pembiayaan bukan menjadi satu-satunya layanan yang diberikan kepada nasabah. Perusahaan juga menjalankan program pendampingan usaha, peningkatan literasi keuangan, serta pembinaan karakter bagi para pelaku usaha ultra mikro.
Melalui peran Account Officer (AO), PNM mendampingi nasabah secara langsung dalam mengembangkan usaha dan mengatasi berbagai tantangan di lapangan.
Dengan perluasan jaringan hingga ke wilayah 3T, PNM berharap semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses terhadap layanan keuangan formal dan kesempatan mengembangkan usaha, sehingga tidak ada lagi pelaku usaha yang tertinggal hanya karena keterbatasan lokasi geografis.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: