Mata Uang Jepang Terpuruk ke Level Terlemah Selama 40 Tahun Terakhir
Kredit Foto: Getty Images/Tomohiro Ohsumi
Jepang dan Amerika Serikat (AS) melakukan intervensi bersama di pasar valuta asing dengan membeli yen untuk pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir. Langkah tersebut diambil setelah mata uang Jepang terpuruk ke level terlemah dalam hampir 40 tahun.
Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama pada Senin (3/8/2026) mengungkapkan bahwa intervensi terkoordinasi itu dilakukan pada sesi perdagangan New York, Jumat (31/7), guna meredam gejolak nilai tukar yen terhadap dolar AS.
Intervensi dilakukan setelah yen menyentuh level 163,99 per dolar AS pada 23 Juli 2026, yang merupakan titik terendah mata uang Jepang dalam sekitar empat dekade.
"Kementerian Keuangan Jepang terus memantau situasi secara saksama dan menjalin komunikasi intensif dengan Departemen Keuangan AS. Kami tidak akan ragu untuk melakukan intervensi gabungan lebih lanjut," kata Katayama dalam pernyataannya.
Menurut Katayama, langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari pernyataan bersama Menteri Keuangan Jepang dan AS yang diterbitkan pada September 2025. Intervensi dilakukan untuk meredam volatilitas berlebihan dan pergerakan yen yang dinilai tidak terkendali dalam beberapa bulan terakhir.
Setelah intervensi dilakukan, nilai tukar yen menguat signifikan terhadap dolar AS. Pada perdagangan di New York, Jumat (31/7), yen sempat menguat hingga berada di kisaran bawah 157 per dolar AS.
Sejumlah sumber pemerintah Jepang yang dikutip Kyodo News mengonfirmasi bahwa penguatan tersebut dipicu oleh aksi intervensi otoritas moneter kedua negara.
Sebelumnya, selama sesi perdagangan New York pada Kamis (30/7), yen juga sempat melonjak hampir lima poin dalam waktu sekitar 50 menit.
Mata uang Jepang saat itu menguat ke kisaran atas level 157 per dolar AS, yang menjadi posisi terkuat sejak pertengahan Mei 2026, sebelum akhirnya kembali melemah ke level 160.
Aksi bersama Jepang dan AS ini menjadi intervensi pasar valuta asing pertama sejak 2011, ketika kedua negara bekerja sama untuk menstabilkan pasar setelah Gempa Besar Jepang Timur.
Pemerintah Jepang menegaskan akan terus memantau perkembangan pasar dan membuka kemungkinan untuk kembali melakukan intervensi apabila gejolak nilai tukar yen terus berlanjut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat