Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Golkar Respons Pernyataan Prabowo soal 'Bangsa Kepiting', Sarmuji: Jangan Saling Menjatuhkan

        Golkar Respons Pernyataan Prabowo soal 'Bangsa Kepiting', Sarmuji: Jangan Saling Menjatuhkan Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Prabowo Subianto yang menyinggung mentalitas "bangsa kepiting" mendapat tanggapan dari Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji. Menurutnya, pernyataan tersebut merupakan peringatan agar bangsa Indonesia tidak mengulangi kesalahan yang pernah terjadi di masa lalu, terutama kebiasaan saling menjatuhkan yang menghambat kemajuan.

        Sarmuji menilai pesan Prabowo perlu dimaknai sebagai ajakan untuk membangun budaya politik dan kehidupan berbangsa yang lebih sehat. Ia mengatakan masyarakat harus mampu mengelola perbedaan maupun ketidakpuasan tanpa berubah menjadi sikap iri dan dengki.

        "Itu adalah wanti-wanti pemimpin agar kita tidak terjerumus dalam kesalahan yang sama seperti masa lalu," kata Sarmuji kepada wartawan, Sabtu (11/7/2026).

        Menurut Ketua Fraksi Golkar DPR RI tersebut, setiap pergantian kepemimpinan merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Karena itu, siapa pun yang memimpin perlu diberikan kesempatan untuk menjalankan amanah tanpa terus-menerus dijatuhkan.

        "Bangsa ini harus mampu mengelola ketidakpuasan. Ketidakpuasan tidak boleh menjadikan kita iri dan dengki. Jangan inginnya memimpin terus sementara kekuasaan pasti dipergilirkan. Jangan sampai kita tidak sempat membangun karena saling menjatuhkan," ujarnya.

        Meski demikian, Sarmuji menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah tetap memiliki tempat dalam demokrasi. Ia membedakan antara kritik yang bertujuan memperbaiki kebijakan dengan tindakan yang sekadar ingin menjatuhkan pihak lain.

        "Kritik yang konstruktif tentu tidak masuk kategori yang dimaksud presiden. Bahkan kritik diperlukan agar pemerintah tetap berada pada rel yang seharusnya," ujarnya.

        Ia pun berharap seluruh elemen bangsa memberikan ruang kepada pemimpin yang telah dipilih rakyat untuk bekerja dan merealisasikan program-program yang telah dijanjikan.

        "Berilah kesempatan siapapun yang memimpin untuk dapat menjalankan kepemimpinan dengan baik dan menunaikan setiap janji," imbuhnya.

        Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti mentalitas saling menjatuhkan yang menurutnya masih menjadi tantangan di Indonesia. Dalam pidatonya saat peluncuran Biosolar B50 di Rest Area Karawang, Jawa Barat, Kamis (8/7/2026), Prabowo mengibaratkan kondisi tersebut sebagai mentalitas "bangsa kepiting".

        Prabowo menjelaskan bahwa kepiting memiliki kebiasaan menarik sesamanya yang berusaha keluar dari wadah, sehingga tidak ada yang berhasil naik. Menurutnya, perilaku serupa masih terlihat dalam kehidupan bermasyarakat ketika seseorang justru merasa senang melihat orang lain mengalami kesulitan.

        Baca Juga: Golkar ke NU: Nasihati Negara Saja, Jangan Sibuk Cari Pemenang Pilpres!

        "Dikatakan bahwa kita termasuk bangsa kepiting. Kepiting kalau rekannya sudah naik ke atas, kepiting yang di bawah nurunin dia lagi. Ada kepiting lain mau naik ke atas, kepiting lain nurunin dia lagi," ujar Prabowo.

        "Itu namanya senang melihat rekan susah, susah melihat rekan senang. Saya tidak tahu mungkin saudara-saudara pun punya pengalaman ya," lanjutnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: