Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Nagita Slavina Akhirnya Buka Suara soal Isu Pencucian Uang RANS, Pilih Komisaris yang Beri Klarifikasi

        Nagita Slavina Akhirnya Buka Suara soal Isu Pencucian Uang RANS, Pilih Komisaris yang Beri Klarifikasi Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Direktur Utama PT RANS Entertainment Indonesia Tbk, Nagita Slavina, akhirnya angkat bicara mengenai isu dugaan pencucian uang yang sempat menyeret nama RANS. Namun, ia memilih tidak memberikan penjelasan secara langsung dan menyerahkan klarifikasi kepada Komisaris Utama perseroan, Darwin Cyril Noerhadi.

        Menurut Nagita, penjelasan yang disampaikan oleh komisaris perusahaan dinilai lebih objektif dibandingkan jika disampaikan oleh dirinya maupun Raffi Ahmad. Ia berharap publik dapat melihat persoalan tersebut berdasarkan fakta, bukan sekadar rumor yang berkembang.

        "Terima kasih atas klarifikasinya, karena saya rasa kalau itu datangnya dari saya dan Raffi mungkin rasanya kurang elok, karena bisa dianggap kurang objektif. Tapi rasanya kalau dari Pak Cyril harusnya lebih membuka mata sebenarnya apa yang terjadi," ujar Nagita.

        Pernyataan itu disampaikan usai PT RANS Entertainment Indonesia Tbk resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme Initial Public Offering (IPO) pada Jumat (10/7/2026). Momen tersebut sekaligus menjadi ajang perusahaan menjawab berbagai isu yang selama ini beredar.

        Komisaris Utama RANS, Darwin Cyril Noerhadi, menegaskan bahwa tudingan pencucian uang yang sempat ramai diperbincangkan tidak memiliki dasar fakta yang kuat. Ia menyebut isu tersebut lebih banyak berkembang sebagai rumor dibandingkan berdasarkan bukti.

        "Kalau mungkin dari masalah pencucian uang itu mungkin lebih kepada rumors yang ada daripada faktanya," kata Cyril.

        Ia menjelaskan seluruh proses IPO telah melalui pemeriksaan yang ketat sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Bursa Efek Indonesia. Karena itu, berbagai informasi yang dibutuhkan regulator telah disampaikan secara lengkap selama proses pencatatan saham.

        "Jangan lupa bahwa proses IPO itu melalui ketentuan aturan yang harus dipenuhi oleh setiap emiten, baik OJK bisa dibayangkan, dengan Bursa Efek Indonesia. Jawaban dari pertanyaan itu boleh dibilang ada ratusan halaman," ujarnya.

        Dalam kesempatan yang sama, Cyril juga memaparkan perkembangan bisnis RANS sejak masuknya investasi dari PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) pada 2021. Saat itu, EMTK menggelontorkan investasi sebesar Rp248 miliar yang membuat valuasi perusahaan mencapai sekitar Rp1,3 triliun.

        Baca Juga: Impian Raffi Ahmad dan Nagita: RANS Terus Hidup dan Dimiliki Masyarakat

        Kini, menurut Cyril, valuasi perusahaan telah meningkat hingga sekitar Rp2 triliun. Ia menilai pencatatan saham di BEI menjadi bukti bahwa seluruh proses bisnis perusahaan berjalan sesuai aturan yang berlaku.

        "Which is, itu yang terjadi. Maka saya rasa IPO-nya RANS itu penting untuk menyampaikan apa yang terjadi di emiten ini secara fakta yang ada. Mengikuti ketentuan baik dari Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia," tutur Cyril.

        Nagita juga mengungkapkan bahwa impian membawa RANS menjadi perusahaan terbuka sebenarnya telah dirancang sejak lima tahun lalu. Sejak memperoleh investasi strategis dari anak usaha Grup Emtek pada 2021, manajemen mulai mempersiapkan transformasi perusahaan hingga akhirnya berhasil melantai di bursa pada 2026.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: