Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pantas Mau Dibubarkan Prabowo? Saksi Sidang Blueray Cargo Sebut Bea Cukai Minta Duit Terus

        Pantas Mau Dibubarkan Prabowo? Saksi Sidang Blueray Cargo Sebut Bea Cukai Minta Duit Terus Kredit Foto: Antara/Agatha Olivia Victoria
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ancaman Presiden Prabowo Subianto untuk membubarkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bila tak kunjung berbenah kembali menjadi perhatian publik. Di tengah sorotan tersebut, persidangan dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat tiga pejabat Bea Cukai justru mengungkap kesaksian yang semakin menyita perhatian.

        Dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2026), HRD PT Blueray Cargo, Viny Liverie Lie, mengaku dirinya mengidentikkan Bea Cukai dengan permintaan uang.

        Pengakuan itu muncul ketika jaksa KPK mengonfirmasi isi percakapan WhatsApp antara Viny dengan asisten pribadi pemilik Blueray Cargo Group, John Field, yakni Yohanes Setiawan.

        Awalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK M. Takdir Suhan menyoroti percakapan yang membahas "BC Pusat" disertai tulisan "wkwk". Jaksa kemudian mempertanyakan apakah Viny memahami percakapan tersebut sebagai isyarat adanya permintaan uang.

        Baca Juga: Fakta Sidang: Bos Blueray Cargo Bekali Kartu Kredit demi 'Jamu' Pejabat Bea Cukai

        "Tadi ada nih komunikasi yang 'Wkwk' di belakangnya dengan Pak Yohanes. Dan di situ juga tadi kaitan dengan BC Pusat. Baik. Dan di situ juga saksi memahami minta uang lagi, ada ya tadi ya kalau disimak ya?" tanya jaksa.

        "Iya, itu hanya anggapan saya saja," jawab Viny.

        "Hanya anggapan saya, saya bercanda dengan Yohanes," jelas Viny.

        Jaksa lalu mendalami alasan munculnya anggapan tersebut. Menurutnya, persepsi itu tentu tidak muncul begitu saja, melainkan karena pengalaman yang pernah dialami.

        "Nah, muncul anggapan, izin Majelis, muncul anggapan karena ada kejadian yang saksi alami, begitukah?" tanya jaksa.

        "Pak John pernah menyampaikan sih," jawab Viny.

        Persidangan kemudian berlanjut dengan pertanyaan yang semakin mengarah pada alasan Viny selalu mengaitkan Bea Cukai dengan kebutuhan menyiapkan uang.

        "Apa yang membuat saksi jadi bisa paham BC ini selalu identik?" tanya jaksa.

        "Masalah uang," jawab Viny.

        Jaksa kembali memperjelas maksud jawaban tersebut.

        "Masalah uang, menyiapkan uang, baik. Apa penyampaiannya lagi?" cecar jaksa.

        "Iya, ada permintaan," jawab Viny.

        Dalam perkara ini, JPU KPK mendakwa tiga pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), yakni mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC Rizal, mantan Kepala Subdirektorat Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan DJBC Sisprian Subiaksono, serta Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan DJBC Orlando Hamonangan.

        Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto memberikan tenggat waktu hingga September 2026 kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk melakukan pembenahan menyeluruh.

        Baca Juga: Mahasiswa Geruduk KPK, Tagih Keberanian Usut Kasus Eks Jampidsus

        Menurut Purbaya, apabila tidak ada perubahan yang signifikan, Prabowo mengancam akan membubarkan DJBC dan menggantinya dengan perusahaan asal Swiss, Société Générale de Surveillance (SGS).

        "Ancaman Presiden jelas. Kalau dalam waktu setahun enggak ada perbaikan, Bea Cukai akan dibubarin," ungkap Purbaya dalam wawancara bersama Denny Sumargo yang diunggah di kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, Kamis (2/7).

        Kesaksian yang terungkap dalam sidang Blueray Cargo pun kembali menambah sorotan terhadap kinerja institusi Bea Cukai, di tengah desakan pembenahan yang sebelumnya telah disampaikan Presiden Prabowo.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: