M Qodari Soroti Pesan Seskab Teddy kepada Taruna: Jangan Takut Memilih Jalan Sulit
Kredit Foto: Istimewa
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari mengapresiasi materi pembekalan yang disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol TNI Teddy Indra Wijaya kepada sekitar 1.600 taruna Akademi Militer (Akmil) di Magelang, Jawa Tengah. Menurutnya, pembekalan tersebut tidak hanya membangkitkan semangat para taruna, tetapi juga menghadirkan teladan kepemimpinan yang lahir dari pengalaman nyata.
Qodari mengatakan, materi yang disampaikan Teddy mencerminkan kualitas kepemimpinan yang dibangun melalui perjalanan panjang di dunia militer. Karena itu, pesan-pesan yang disampaikan dinilai memiliki nilai praktis dan relevan bagi para calon perwira TNI.
"Pak Teddy luar biasa. Beliau menjadi contoh bagi adik-adik taruna dan juga bagi yang lain," kata Qodari di Jakarta, Selasa (15/7/2026).
Pembekalan yang berlangsung sekitar tiga jam tersebut menitikberatkan pada pentingnya membangun kepemimpinan yang berintegritas, menjunjung tinggi kebersamaan, serta memperkuat komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dalam kesempatan itu, Teddy juga mengajak para taruna untuk terus mengembangkan kapasitas diri, menjaga kedisiplinan, dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Bagi Qodari, salah satu pesan yang paling membekas adalah ajakan untuk berani memilih tantangan yang paling berat.
"Pesan yang paling mengesankan: 'Carilah yang paling sulit. Masuk ke sana.' Kelas," ujarnya.
Menurut Qodari, pesan tersebut menggambarkan bahwa seorang pemimpin tidak dibentuk melalui jalan yang mudah, melainkan melalui keberanian menghadapi tantangan, kesediaan menjalani proses, dan keteguhan untuk terus meningkatkan kemampuan diri.
"Pak Teddy wajar menjadi pemimpin masa depan karena paham rute dan syarat untuk menjadi pemimpin," tegasnya.
Qodari menilai, materi yang disampaikan Teddy terasa autentik karena didukung oleh rekam jejaknya di dunia militer. Teddy diketahui memiliki sejumlah kualifikasi elite, di antaranya Komando Kopassus, Penanggulangan Teror Satuan 81/Gultor, hingga US Army Ranger.
Pada 2019, Teddy menempuh pendidikan di United States Army Infantry School, Fort Benning, Amerika Serikat. Dalam pendidikan tersebut, ia meraih predikat International Honor Graduate atau Lulusan Kehormatan Internasional di antara 185 peserta. Ia juga memperoleh Commandant's List Award serta predikat Gold Army Physical Fitness Test dengan skor kesamaptaan jasmani sempurna.
Setahun kemudian, Teddy menyelesaikan pendidikan di US Army Ranger School, salah satu sekolah pasukan elite Angkatan Darat Amerika Serikat yang dikenal memiliki standar kelulusan sangat ketat. Pendidikan tersebut menguji kemampuan fisik, mental, kepemimpinan, dan taktik peserta. Atas keberhasilannya, Teddy berhak menyandang Ranger Tab.
Baca Juga: Soal Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, KPK Sebut Masih Beri Kesempatan Kejagung
Qodari menilai pengalaman tersebut membuat pembekalan yang diberikan kepada para taruna tidak sekadar bersifat teoritis, tetapi juga didasarkan pada pengalaman langsung dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan dan penugasan.
"Pembekalan seperti ini penting karena para taruna membutuhkan teladan nyata. Mereka perlu melihat bahwa untuk menjadi pemimpin bangsa diperlukan integritas, keberanian menghadapi kesulitan, kapasitas yang terus diasah, serta komitmen kuat untuk mengabdi kepada negara," kata Qodari.
Pembekalan di Akademi Militer tersebut diikuti lebih dari 1.600 taruna tingkat I, II, dan III. Dalam kegiatan itu, Seskab Teddy hadir bersama delapan rekannya yang turut berbagi pengalaman dan wawasan mengenai kepemimpinan serta pengabdian kepada para calon perwira TNI.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: