Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bangkitkan Industri Nasional, Wagub Jatim Ajak Pemerintah dan Swasta Berkolaborasi

        Bangkitkan Industri Nasional, Wagub Jatim Ajak Pemerintah dan Swasta Berkolaborasi Kredit Foto: Mochamad Ali Topan
        Warta Ekonomi, Surabaya -

        Industri manufaktur Indonesia memulai tahun 2026 dengan tren pertumbuhan yang semakin positif. Berbagai indikator menunjukkan penguatan aktivitas produksi, peningkatan permintaan, serta membaiknya optimisme pelaku industri. Kondisi ini menjadi sinyal penting bagi pelaku bisnis untuk membaca peluang sekaligus menyiapkan strategi yang tepat.

        Berdasarkan data Purchasing Managers’ Index (PMI) menunjukkan PMI Indonesia berada di angka 52,6 pada Januari 2026. Angka di atas 50 menandakan sektor manufaktur berada dalam fase ekspansi, yang berarti terjadi peningkatan produksi dan permintaan pasar.

        Perhelatan pameran Manufacturing Surabaya 2026 yang berlangsung di Surabaya 15–18 Juli 2026 Grand City Convention & Exhibition Center (Convex) diharapkan bisa menjadi mendukung industri nasional lewat pengembangan kawasan industri, infrastruktur logistik, dan konektivitas rantai pasok.

        "Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai salah satu penggerak pertumbuhan industri nasional selama ini,” tegas Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak saat membuka pemeran manufacturing tersebasar di Surabaya ini, Rabu (15/07/2026)

        Dalam hal ini lanjut Emil, potensi besar perlukan kolaborasi yang solid antara pemerintah dan swasta dalam penyedia teknologi, dan pelaku industri agar transformasi industri dapat berlangsung lebih cepat, meningkatkan efisiensi.

        “Ini memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global nantinya ," ucap mantan Bupati Trenggalek ini

        Menanggpi pemeran Manufacturing Surabaya 2026 ini Director PT Pamerindo Indonesia, Meysia Stephannie, mengatakan, manufacturing Surabaya tidak hanya sebatas inovasi teknologi saja tetapi , sebagai mitra untuk membangun ekosistem manufaktur yang terintegrasi.

        Baca Juga: PMI Manufaktur Turun ke 46,9, Kemenperin Andalkan Gas Murah untuk Dongkrak Industri

        "Transformasi manufaktur tidak lagi hanya ditentukan oleh kehadiran teknologi baru, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pelaku industri untuk saling terhubung, berbagi pengetahuan, serta membangun rantai pasok yang semakin kuat dan berkelanjutan," kata Meysia

        Sekeder informasi pemeran Manufacturing Surabaya 2026 langsung diikuti oleh lebih dari 150 peserta dari 17 negara dengan menempati area seluas 7.887 meter persegi.

        Didukung eksibitor unggulan seperti Gardner Denver, Sodick, dan Trakindo Indonesia, pameran ini menargetkan lebih dari 9.000 pengunjung, atau melonjak 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Mochamad Ali Topan
        Editor: Fajar Sulaiman

        Bagikan Artikel: