Jawa Timur Gandeng HGI Research Centre, Siapkan Talenta Digital Berstandar Global
Kredit Foto: Provinsi Jawa Timur
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur memperkuat upaya pengembangan sumber daya manusia digital melalui kerja sama dengan HGI Research Centre. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) di Shanghai, Tiongkok, yang membuka peluang pengembangan pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri dan ekonomi digital.
Kerja sama tersebut mencakup pengembangan talenta digital, integrasi pendidikan dan industri, kemitraan sekolah dengan dunia usaha, hingga program pertukaran dan kolaborasi internasional.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., mengatakan sektor digital telah menjadi salah satu pilar penting pertumbuhan ekonomi sehingga membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi global.
“Melalui kolaborasi dengan HGI Research Center dan sejumlah kampus vokasi terkemuka di Shanghai, Jawa Timur berharap dapat mencetak talenta muda yang tidak hanya menguasai keterampilan digital mutakhir, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi serta berwawasan internasional demi mendukung peningkatan skala industri regional,” ujar Aries dalam keterangan resmi, Minggu (15/6/2026).
Penandatanganan LoI dilakukan dalam rangkaian kunjungan resmi delegasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur ke Shanghai pada 8-12 Juni 2026. Delegasi yang dipimpin langsung Aries diterima oleh HGI Research Centre untuk mengikuti diskusi, kunjungan lapangan, dan pertukaran pengetahuan bersama sejumlah institusi pendidikan vokasi di Shanghai.
Dalam kerja sama tersebut, kedua pihak membahas berbagai peluang pengembangan kurikulum bersama, sertifikasi keterampilan vokasi internasional, penguatan kemitraan sekolah dan industri, serta pengembangan talenta di sektor ekonomi digital dan industri kreatif.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah pengembangan konsep "Chinese + Class Skill", yaitu model pembelajaran yang mengintegrasikan kemampuan berbahasa Mandarin dengan keterampilan profesional yang dibutuhkan industri.
Melalui pendekatan tersebut, pembelajaran bahasa tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga dipadukan dengan praktik di bidang desain gim, media digital, produksi konten, dan berbagai sektor industri kreatif lainnya.
Wakil Presiden HGI Research Centre, Wang Chen, menilai pendidikan vokasi perlu bergerak mengikuti perubahan kebutuhan industri, terutama di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Pendidikan vokasi bukan sekadar mengajarkan penggunaan alat, tetapi membantu siswa memahami cara industri bekerja dan proyek dijalankan. Di era AI, perusahaan tidak lagi hanya mencari individu yang bisa menggunakan AI, tetapi yang mampu memanfaatkannya secara efektif. Karena itu, HGI Research Centre berkomitmen membawa proyek, proses, dan standar industri ke dalam ruang kelas di Indonesia,” jelas Wang Chen.
Selain mengikuti simposium dan diskusi, delegasi Jawa Timur juga mengunjungi sejumlah institusi pendidikan vokasi di Shanghai, antara lain Shanghai Qunxing Vocational and Technical School, Shanghai Caoyang Vocational and Technical School, serta Shanghai Arts and Crafts Vocational College.
Kunjungan tersebut memberikan gambaran mengenai implementasi integrasi pendidikan dan industri di berbagai bidang, mulai dari animasi, pengembangan gim, media digital, pemanfaatan kecerdasan buatan, hingga teknologi digital untuk mendukung pelestarian budaya.
Baca Juga: Miliki Ribuan KDKMP, Jawa Timur Didorong Jadi Lokomotif Gerakan Koperasi Nasional
Baca Juga: ASN di Jawa Timur Bakal WFH Setiap Hari Jumat, Bolehkah di Tempat Wisata?
Dalam kesempatan yang sama, Deputy Director of the Education Bureau of Putuo District Shanghai, Wang Zhenfei, menjelaskan bahwa Putuo memiliki 160 institusi pendidikan dengan lebih dari 100.000 siswa dan sekitar 12.000 tenaga pendidik.
Ia mengatakan kawasan tersebut telah menerapkan pendidikan berbasis AI sejak 2020 dan menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan pendidikan AI di Shanghai.
Melalui kerja sama ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan HGI Research Centre berharap dapat memperluas akses generasi muda terhadap keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri global sekaligus memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia di era ekonomi digital.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: