Kredit Foto: Istimewa
Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Maluku sukses menyelenggarakan Forum Bisnis Daerah (Forbisda) sebagai rangkaian kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Pendidikan dan Latihan Daerah (Diklatda).
Ketua Panitia Pelaksana, Vitta Thenu, dalam keterangan tertulis, Rabu (15/7), mengatakan Forbisda mengusung tema "Sinergi HIPMI Maluku: Kolaborasi Memperkuat Kemandirian Ekonomi Daerah dan Menciptakan Peluang Usaha Baru." Tema tersebut menjadi refleksi sekaligus arah gerak bersama bagi pengusaha muda Maluku dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin dinamis.
Menurut Vitta, Forbisda menjadi ruang konsolidasi gagasan, pertukaran pengalaman usaha, sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan berbagai pemangku kepentingan strategis untuk membuka peluang investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
"Forum ini bertujuan memperkuat sinergi dan solidaritas antar kader HIPMI di seluruh Maluku, mendorong lahirnya kolaborasi usaha antara anggota dan mitra strategis, serta menumbuhkan semangat kewirausahaan yang adaptif dan inovatif berbasis potensi lokal," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum BPD HIPMI Maluku, Muhammad Reza Mony, menegaskan bahwa tema yang diusung bukan sekadar slogan, melainkan komitmen bersama untuk membangun kekuatan ekonomi daerah melalui kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah daerah, BUMN, sektor perbankan, dan masyarakat.
"Sebagai organisasi pengusaha muda, HIPMI tidak boleh hanya berbicara tentang pengembangan usaha internal. HIPMI harus menjadi bagian dari gerakan besar pembangunan ekonomi daerah dengan menciptakan peluang usaha baru, membuka lapangan kerja, serta membangun kepercayaan investor untuk berinvestasi di Maluku," kata Reza.
Menurutnya, Maluku memiliki potensi ekonomi yang sangat besar di berbagai sektor, mulai dari perikanan, kelautan, pariwisata, pertanian, hingga energi. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal karena masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan investasi, akses pasar, dan konektivitas bisnis.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral, Lingkungan Hidup, dan Kehutanan BPP HIPMI, Jay Singgih, yang hadir mewakili Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal BPP HIPMI, menegaskan bahwa HIPMI merupakan "kawah candradimuka" bagi para pengusaha muda dan calon pemimpin bangsa.
Menurut Jay, melalui HIPMI para kader ditempa menjadi pengusaha yang tangguh, berkarakter, berwawasan kebangsaan, dan nasionalis, sehingga mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri sekaligus unggul dalam persaingan di tingkat regional, ASEAN, hingga internasional.
Jay yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Energi BPP HIPMI mengatakan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen dan meningkatkan rasio kewirausahaan Indonesia menjadi 3,9 persen, HIPMI memiliki peran strategis dalam mengisi ruang-ruang perekonomian nasional melalui penciptaan wirausaha dan pengusaha baru.
"Melalui lahirnya lebih banyak pengusaha muda, HIPMI diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.
Ia berharap penyelenggaraan Forbisda dapat menjadi momentum untuk meningkatkan motivasi, semangat juang, serta kapasitas anggota HIPMI dalam mengembangkan usaha, sekaligus mendorong kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan ekonomi daerah maupun nasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Sufri Yuliardi
Editor: Sufri Yuliardi
Tag Terkait: