Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rupiah Melemah Tipis ke Rp18.071 per Dolar AS, Mayoritas Mata Uang Asia Ikut Tertekan

        Rupiah Melemah Tipis ke Rp18.071 per Dolar AS, Mayoritas Mata Uang Asia Ikut Tertekan Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah tipis pada perdagangan Kamis (16/7/2026), seiring tekanan yang juga dialami mayoritas mata uang Asia.

        Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp18.071 per dolar AS, atau melemah 3 poin (0,02 persen) dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp18.068 per dolar AS.

        Pergerakan rupiah masih cenderung terbatas di tengah sikap hati-hati pelaku pasar yang terus mencermati perkembangan ekonomi global. Fokus investor tertuju pada arah kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve), serta dinamika pergerakan indeks dolar AS yang masih memengaruhi sentimen di pasar keuangan.

        Sejalan dengan rupiah, mayoritas mata uang Asia juga berada di zona merah terhadap dolar AS pada perdagangan pagi ini. 

        Pelemahan yang terjadi relatif terbatas, namun mencerminkan masih kuatnya posisi mata uang Negeri Paman Sam.

        Ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penurunan terdalam di kawasan setelah melemah 0,13 persen terhadap dolar AS. 

        Sementara itu, dolar Taiwan terkoreksi 0,18 persen, diikuti peso Filipina yang turun 0,07 persen, serta yen Jepang yang melemah 0,02 persen.

        Baca Juga: BI Rate Berpeluang Naik ke 6%, Rupiah Diproyeksi Menguat

        Baca Juga: Inflasi AS Melandai, Rupiah Menguat Tipis ke Rp18.055 per Dolar AS

        Di sisi lain, beberapa mata uang Asia masih berhasil mencatat penguatan terhadap dolar AS. Won Korea Selatan memimpin dengan penguatan sebesar 0,11 persen, disusul baht Thailand menguat 0,10 persen, rupee India juga menguat 0,07 persen, dan yuan China menguat 0,05 persen.

        Adapun dolar Singapura menguat tipis 0,02 persen, sedangkan dolar Hong Kong bergerak relatif stabil atau tidak berubah di kisaran 0,00 persen.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: