Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Matangkan Stimulus EV, Pemerintah Kaji Penggunaan Skema Battery Swap

Matangkan Stimulus EV, Pemerintah Kaji Penggunaan Skema Battery Swap Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah tengah mematangkan skema stimulus untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV) sebagai bagian dari upaya memperkuat industri nasional dan mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan untuk saat ini kebijakan tersebut masih dibahas bersama kementerian teknis terkait.

"Stimulus EV nanti kita akan monitor karena ada rencana pembangunan atau pembuatan motor listrik nasional. Ini masih dalam pembahasan antar kementerian teknis dan anggarannya sudah ada," ujar Airlangga dalam konferensi pers, di Kantornya, Jakarta, Rabu (5/7/2026).

Menurutnya, anggaran untuk program tersebut telah disiapkan. Pemerintah kini tinggal menentukan skema peluncuran yang dinilai paling efektif agar mampu memberikan dampak maksimal terhadap peningkatan kapasitas produksi dalam negeri.

"Tinggal bagaimana kita meluncurkan di mana ini nanti dampaknya adalah meningkatkan kemampuan daripada produksi yang sudah ada, produksi nasional," imbuh dia.

Airlangga menjelaskan, pemberian stimulus diharapkan tidak hanya mendorong permintaan kendaraan listrik, tetapi juga memperkuat kemampuan produksi nasional.

Selain itu, kebijakan tersebut ditujukan untuk meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada industri kendaraan listrik.

"Dan salah satu yang paling tinggi nanti komponen TKDN-nya untuk EV itu adalah baterai di mana cost of battery adalah 60%," kata dia.

Baca Juga: Purbaya Bocorkan Insentif Kendaraan Listrik Segera Meluncur, Diumumkan 1-2 Pekan Lagi

Baca Juga: Kemenperin Soal Pajak Kendaraan Listrik DKI: Jangan Memberatkan Industri

Karena itu, pengembangan industri baterai dinilai akan menjadi faktor kunci dalam memperkuat daya saing industri kendaraan listrik nasional.

Meski demikian, pemerintah masih mengkaji model implementasi yang akan diterapkan. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penggunaan skema battery swap atau sistem baterai yang terintegrasi langsung dengan kendaraan.

"Tinggal skemanya, apakah skema battery swap atau itu menjadi bagian dari integrasi dari motor. Anggarannya kemarin sudah disiapkan, tergantung nanti dari rencana penggarapan," ujar Airlangga.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra