Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kartu Hidup Mati Gibran dan PSI Ada di Tangan Jokowi, Akankah Masih Sakti?

        Kartu Hidup Mati Gibran dan PSI Ada di Tangan Jokowi, Akankah Masih Sakti? Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pergerakan politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi sorotan. Di tengah intensitas safari politik yang terus dilakukan, muncul penilaian bahwa pengaruh Jokowi masih menjadi faktor penentu bagi masa depan politik Partai Solidaritas Indonesia (PSI) hingga Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 

        Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia sekaligus Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, menilai posisi Jokowi saat ini masih sangat dominan. Menurutnya, citra PSI maupun Gibran di mata publik masih sulit dipisahkan dari sosok mantan kepala negara tersebut.

        "Kalau melihat PSI sama Gibran hari ini, siapa yang dilihat? Pak Jokowi. Jadi kartu hidup mati Mas Gibran sama PSI hari ini siapa coba? Jokowi," katanya dalam tayangan YouTube Kompas.

        Baca Juga: Eks Jampidsus Ternyata Algojo Jokowi? Bakom Bereaksi: Akan Dilawan Prabowo!

        Adi berpandangan, safari politik yang belakangan dilakukan Jokowi bukan sekadar agenda silaturahmi. Ia meyakini langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga pengaruh politik sekaligus membuka jalan agar PSI mampu menembus parlemen pada Pemilu 2029, setelah dua kali gagal.

        Menurutnya, keberadaan Jokowi di ruang publik membuat namanya terus menjadi pembicaraan sehingga modal politiknya tetap terpelihara.

        "Safari politik ini bagi saya adalah pertaruhan politik Pak Jokowi yang sesungguhnya setelah tidak lagi jadi presiden dan setelah tidak lagi bersama dengan PDIP, masih sakti atau tidak?" ujarnya.

        Lebih jauh, Adi juga menilai Jokowi memegang peran penting terhadap masa depan Gibran di kontestasi politik berikutnya.

        Menurut Adi, duet Prabowo-Gibran pada Pilpres sebelumnya lahir bukan semata-mata karena faktor elektoral, tetapi dipengaruhi kedekatan politik Jokowi.

        Baca Juga: Ribut Ijazah Jokowi Tak Kelar, Ini Satu-satunya Cara Berani Tuntaskan Perdebatan

        Ia pun menyebut peluang Gibran untuk kembali berpasangan dengan Presiden Prabowo Subianto pada Pilpres 2029 pada akhirnya tidak akan bisa dilepaskan dari hubungan politik antara Jokowi dan Prabowo.

        Terlebih, sebelumnya, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus, mengatakan Jokowi secara terang-terangan sudah meminta partainya hingga simpatisan untuk mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran hingga dua periode. 

        "Kepada kami beliau menyampaikan kok bahwa kita itu diminta untuk mengawal Pak Prabowo-Gibran ini, bahkan ya, bahkan, bahkan sampai dua periode. Jadi nggak ada itu fitnahan, fitnahan tentang bakal ada dua matahari. Matahari gimana bisa dua? ada-ada aja," kata Bestari kepada wartawan, Jumat (18/6).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: