Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Trump Akui Ada Negara yang Berupaya Gagalkan Negosiasi Amerika-Iran: Itu Fakta yang Terjadi

        Trump Akui Ada Negara yang Berupaya Gagalkan Negosiasi Amerika-Iran: Itu Fakta yang Terjadi Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui adanya upaya dari negara lain untuk memengaruhi jalannya negosiasi antara Washington dan Teheran. Hal itu sebelumnya juga diungkapkan oleh Wakil Presiden Amerika Serikat, James David Vance.

        Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengakui bahwa ada negara asing yang mencoba untuk mempengaruhi upaya negosiasi Iran dan Amerika. Namun, ia tak memberikan jawaban detil mengenai negara tersebut seperti Vance. Diketahui, politikus itu sebelumnya menyebut negara terkait adalah Israel.

        Baca Juga: Alumni UGM: Kami Tak Pernah Lihat Jokowi Ikut Satu Kali Pun Acara Dies Natalis

        "Presiden tentu setuju bahwa negara-negara asing memang berusaha memengaruhi opini publik Amerika. Tidak diragukan lagi soal itu. Saya rasa itu adalah fakta yang sangat mendasar," kata Leavitt, dikutip Jumat (17/7/2026).

        Leavitt sendiri menegaskan bahwa tidak ada perbedaan pandangan antara Donald Trump dan JD Vance soal Iran. Keduanya memiliki pandangan serupa terkait perang dari Washington dan Teheran.

        "Presiden dan Wakil Presiden berada di halaman yang sama. Pandangan mereka sepenuhnya sejalan," ujarnya.

        Di sisi lain, Gedung Putih juga menjelaskan alasan di balik serangan terbaru Amerika Serikat ke Iran. Menurut Leavitt, langkah militer tersebut dilakukan setelah musuh disebut melanggar nota kesepahaman yang sebelumnya telah dicapai dengan Washington.

        Pelanggaran itu, kata Leavitt, terjadi melalui serangan terhadap kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz. Ia merupakan jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.

        "Trump tidak akan tinggal diam dan membiarkan aksi-aksi terorisme terjadi di wilayah tersebut tanpa memastikan bahwa musuhmenerima konsekuensinya," tegas Leavitt.

        Meski demikian, Gedung Putih menekankan bahwa pemerintah masih membuka peluang penyelesaian melalui jalur diplomasi. Leavitt mengatakan pendekatan diplomatik tetap menjadi pilihan selama tujuan utama pihaknya dapat dipenuhi, yakni memastikan musuh tidak pernah memperoleh senjata nuklir.

        Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah terkait masih berusaha menjaga keseimbangan antara tekanan militer dan diplomasi dalam menghadapi Iran.

        Baca Juga: MBG Celetukannya Sekarang 'Bukan Makanan Buat Anak-anak, tapi Buat Peternak' di Medsos, Kata DPR

        Di satu sisi, Amerika Serikat mengaku siap mengambil tindakan terhadap ancaman keamanan yang dinilai berasal dari Teheran. Sementara di sisi lain tetap membuka ruang dialog guna mencapai kesepakatan yang dianggap dapat menjamin stabilitas kawasan dan mencegah pengembangan senjata nuklir oleh Iran.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: