Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pemerintah Ungkap Harga Gas Masela untuk Pupuk Indonesia US$6-7 per MMBTU

        Pemerintah Ungkap Harga Gas Masela untuk Pupuk Indonesia US$6-7 per MMBTU Ilustrasi: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Maluku tenggara -

        Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa PT Pupuk Indonesia akan mendapatkan pasokan gas dari Blok Masela dengan kisaran harga US$6-7 per MMBTU. 

        Angka ini menjadi harga perdana yang dibuka pemerintah untuk calon pembeli domestik dari proyek LNG Abadi Masela.

        Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil di sela-sela acara groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026).

        "Harga gasnya lagi negosiasi, tergantung ya... Yang jelas, untuk pupuk itu kemarin kita sudah dapat kurang lebih sekitar 6-7 dolar per MM[BTU]," ujar Bahlil.

        Selain PT Pupuk Indonesia, Bahlil menyebutkan bahwa gas dari ladang raksasa ini juga akan dialokasikan untuk PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan PT PLN (Persero). 

        Kendati demikian, pemerintah belum merinci besaran harga gas yang akan dipatok untuk kedua BUMN tersebut.

        Bahlil menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memprioritaskan pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri. 

        Pada tahap awal pengembangan Blok Masela, pemerintah menetapkan porsi alokasi sebesar 60 persen untuk pasar domestik dan 40 persen sisanya untuk komoditas ekspor.

        Meskipun kisaran harga untuk industri pupuk telah dibocorkan, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menjelaskan bahwa harga komersial secara keseluruhan baru akan difinalisasi setelah keputusan investasi akhir (Final Investment Decision/FID). 

        Proses ini akan menghitung seluruh komponen biaya proyek serta kesepakatan kontrak penjualan, termasuk untuk pasar internasional.

        "Kan kita tahu FID itu ketika tahu cost-nya kan? Kemudian harga gasnya juga sudah semua nanti, kan antara LNG export harganya beda-beda tipis lah... 12,5 [dolar AS] gitu ya," kata Djoko.

        Baca Juga: Bahlil Ungkap Pupuk Indonesia Bakal Bangun Pabrik di Saumlaki, Pakai Gas Masela

        Baca Juga: INPEX Gandeng Pemda, Ribuan Warga Lokal Disiapkan Jadi Pekerja LNG Masela

        Blok Masela sendiri memiliki cadangan gas terbukti mencapai 6,97 triliun kaki kubik (TCF). 

        Proyek yang dioperatori oleh perusahaan asal Jepang, INPEX Corporation, ini diproyeksikan mampu memproduksi LNG berkapasitas 9,5 juta metrik ton per tahun (MTPA), gas pipa, serta kondensat sekitar 35.000 barel per hari.

        Komitmen penyerapan gas domestik ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan tiga Heads of Agreement (HoA) antara INPEX Masela Ltd. dengan PGN, PLN, dan Pupuk Indonesia pada ajang The 49th Indonesia Petroleum Association (IPA) Convention and Exhibition 2025 lalu.

        Dalam kesepakatan tersebut, PT PLN (Persero) melalui Subholding PLN EPI telah mengamankan komitmen pasokan jangka panjang selama 15 tahun sejak proyek memasuki tahap Commercial Operation Date (COD) yang ditargetkan pada tahun 2032. Total volume pasokan untuk PLN diproyeksikan mencapai 37,5 juta ton LNG atau setara dengan 640 kargo LNG.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: