Kredit Foto: PLN EPI
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat kompetensi sumber daya manusianya dalam membaca dinamika pasar gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) global di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan transisi energi dunia.
Upaya itu dilakukan melalui penyelenggaraan Exclusive LNG Market Briefing* bertajuk Global LNG Disruption, Market Response & Indonesia Outlook yang menghadirkan Senior Principal Analyst for Gas and LNG, South and Southeast Asia S&P Global Commodity Insights, Johan Utama. Kegiatan tersebut diikuti jajaran manajemen PLN EPI, PT PLN Energi Gas, PT PLN Bahtera Adhiguna, PT Perta Daya Gas, serta pegawai PLN EPI lintas direktorat.
Pelaksana Harian (Plh) Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, mengatakan tantangan sektor energi kini tidak lagi hanya berkaitan dengan keseimbangan pasokan dan permintaan.
Menurutnya, perubahan geopolitik, gangguan rantai pasok global hingga percepatan transisi energi menuntut perusahaan memiliki kemampuan membaca arah pasar secara lebih strategis.
"Hari ini kita memahami bahwa isu energi bukan lagi sekadar persoalan supply dan demand. Perubahan geopolitik, gangguan rantai pasok global, transisi energi, hingga perubahan pola konsumsi dunia telah menciptakan tantangan baru yang menuntut kita untuk lebih adaptif, strategis, dan memiliki kemampuan membaca arah pasar dengan lebih baik," ujar Rakhmad dalam keterangan resmi, Kamis (16/7/2026).
Karena itu, lanjutnya, PLN EPI sebagai subholding yang bertanggung jawab menjaga keandalan pasokan energi primer nasional harus terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia agar mampu mengantisipasi berbagai potensi gangguan di pasar energi global.
"Pemahaman terhadap perkembangan pasar global, termasuk potensi disruption dan market response, menjadi sangat penting agar kita dapat mengambil keputusan yang tepat, cepat, dan berkelanjutan. Saya berharap sesi ini tidak hanya menjadi forum sharing knowledge, tetapi juga mampu memperkuat cara berpikir strategis kita sebagai insan PLN EPI dalam menghadapi masa depan energi yang semakin kompleks," tambahnya.
Dalam pemaparannya, Johan Utama menjelaskan bahwa dinamika geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah dan potensi gangguan distribusi melalui Selat Hormuz, masih menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi volatilitas pasar LNG dunia.
Baca Juga: YBM PLN EPI Santuni 40 Anak Yatim di Momentum 10 Muharram
Baca Juga: PLN EPI Bidik Bioenergi sebagai Penopang Ketahanan Energi Nasional
Selain itu, mekanisme demand curtailment, fuel switching, serta keseimbangan pasokan dan permintaan LNG global dinilai akan menjadi faktor penentu arah pasar energi dalam beberapa tahun mendatang. Di sisi lain, Indonesia diproyeksikan memiliki prospek peningkatan permintaan gas bumi seiring pertumbuhan kebutuhan listrik dan transisi menuju bauran energi yang lebih bersih.
PLN EPI menilai pemahaman terhadap perkembangan pasar LNG global menjadi salah satu bekal penting dalam memperkuat perencanaan, pengelolaan risiko, serta strategi penyediaan energi primer yang andal dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan energi nasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra