- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Diduga Kerap Dipakai Nimbun BBM, Sejumlah SPBU di Jakarta-Bekasi Larang Pengisian Suzuki Thunder, Komunitas Protes
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jakarta dan Bekasi mulai melarang pengisian BBM bagi sepeda motor Suzuki Thunder, kendaraan dengan tangki modifikasi, serta pembelian menggunakan jeriken.
Kebijakan tersebut diterapkan untuk mencegah dugaan penyalahgunaan dan penimbunan BBM bersubsidi.
Pihak pengelola SPBU menyatakan pembatasan tersebut bukan ditujukan untuk mendiskriminasi pemilik Suzuki Thunder. Namun, kapasitas tangki motor tersebut dinilai lebih besar dibandingkan motor harian pada umumnya sehingga dianggap berpotensi disalahgunakan.
Berdasarkan spesifikasi pabrikan, Suzuki Thunder 125 memiliki kapasitas tangki sekitar 14 hingga 15 liter. Kapasitas tersebut lebih besar dibandingkan rata-rata motor di kelasnya.
Pengelola SPBU menilai ukuran tangki tersebut kerap dimanfaatkan oleh oknum pelangsir untuk membeli BBM bersubsidi secara berulang dalam jumlah besar. Melalui kebijakan ini, SPBU berharap distribusi BBM bersubsidi dapat lebih tepat sasaran.
Di sisi lain, kebijakan tersebut mendapat protes dari komunitas pemilik Suzuki Thunder di Bekasi. Mereka menilai larangan pengisian BBM bagi motor tersebut bersifat diskriminatif.
Menurut mereka, kapasitas tangki Suzuki Thunder merupakan spesifikasi bawaan pabrik yang telah memenuhi ketentuan dan memperoleh izin resmi.
"Kami bayar pajak sesuai yang disetujui oleh pemerintah. Artinya, ketika izinnya sudah keluar, maka ada jaminan dari negara kalau motor tersebut sah. Harusnya tidak boleh ada diskriminasi," ujar perwakilan komunitas, Hasanuddin.
Komunitas meminta pemerintah dan pengelola SPBU mengevaluasi kebijakan tersebut. Mereka berharap penindakan difokuskan kepada pelaku penimbunan BBM tanpa merugikan pemilik Suzuki Thunder yang menggunakan kendaraannya secara sah untuk kebutuhan sehari-hari.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat