Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Amerika Klaim Perang Iran Sudah Dimulai 47 Tahun Lalu, Bukan di Era Donald Trump

        Amerika Klaim Perang Iran Sudah Dimulai 47 Tahun Lalu, Bukan di Era Donald Trump Kredit Foto: Reuters/Carlos Barria
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantah anggapan bahwa pihaknya menjadi dalang hingga pencetus konflik bersenjata dengan Iran. Washington mengklaim perang tersebut sudah dimulai 47 tahun lalu.

        Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth menegaskan bahwa perang antara kedua negara pada dasarnya telah berlangsung lama dan dipicu oleh tindakan Iran. Ia menolak narasi yang menyebut negaranya sebagai pihak yang memulai peperangan.

        Baca Juga: Kas Terkuras, Amerika Sudah Rugi Rp671.475 Triliun Akibat Perang Iran

        "Saya keberatan dengan pernyataan bahwa kami yang memulai perang ini," kata Hegseth, dikutip Rabu (22/7/2026).

        Menurutnya, akar konflik sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu dan tidak bisa dilepaskan dari hubungan permusuhan antara Washington dan Teheran.

        "Iran yang memulai perang ini 47 tahun yang lalu," tegasnya.

        Ia menuduh musuh selama beberapa dekade telah melakukan berbagai aksi yang menyebabkan jatuhnya korban dari pihak Amerika Serikat.

        "Mereka telah membunuh ribuan warga kami, termasuk saudara-saudara kami di medan perang di Irak. Iran telah lama menargetkan kami," ujar Hegseth.

        Hegseth juga menilai kemampuan militer musuh tidak mampu menandingi kekuatan militer dari Amerika Serikat. Iran menurutnya kini berada dalam posisi yang jauh lebih lemah dibandingkan negaranya dari sisi kemampuan tempur.

        "Secara militer, Iran benar-benar kalah jauh dan telah dihancurkan sejak awal. Kemampuan mereka tidak ada apa-apanya dibandingkan kemampuan kami," katanya.

        Pernyataan tersebut memperlihatkan upaya pemerintah terkait untuk menegaskan bahwa operasi militer yang dilakukan saat ini dipandang sebagai kelanjutan dari konflik panjang dengan Iran. Ia menegaskan bahwa konflik kali ini bukan perang baru yang dipicu oleh kebijakan Donald Trump.

        Hubungan Amerika Serikat dan Iran memang telah berlangsung penuh ketegangan selama beberapa dekade, terutama sejak Revolusi Islam Iran pada 1979.

        Sejak saat itu, kedua negara beberapa kali terlibat konflik tidak langsung melalui sanksi ekonomi, operasi militer terbatas, hingga dukungan terhadap kelompok-kelompok bersenjata di Timur Tengah.

        Baca Juga: Dilepas Prabowo, Nanik S Deyang Ngaku Trauma Urus Duit MBG

        Amerika, dengan menegaskan bahwa perang telah berlangsung selama hampir lima dekade, berupaya memperkuat argumen bahwa langkah militer yang diambil saat ini merupakan respons atas ancaman yang telah berlangsung lama, bukan eskalasi konflik yang baru dimulai pada masa pemerintahan Donald Trump.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: