Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Ditutup Turun 0,30%, Aksi Ambil Untung Bayangi Perdagangan

        IHSG Ditutup Turun 0,30%, Aksi Ambil Untung Bayangi Perdagangan Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,30% pada perdagangan Kamis (23/7/2026) di tengah aksi ambil untung (profit taking) investor. Meski demikian, pelaku pasar masih melihat prospek indeks relatif positif setelah Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan dan pertumbuhan kredit nasional terus menguat.

        Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun 19,16 poin ke level 6.315,31. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di rentang 6.306,65 hingga 6.454,31.

        Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 62,94 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp23,78 triliun. Sebanyak 321 saham menguat, 299 saham melemah, dan 176 saham ditutup stagnan.

        Tekanan terbesar berasal dari sektor perindustrian yang turun 1,32%, disusul barang konsumer nonprimer 1,16%, keuangan 0,89%, dan kesehatan 0,10%.

        Sebaliknya, sejumlah sektor masih mencatat penguatan, dipimpin sektor properti yang naik 3,13%, barang konsumer primer 1,56%, energi 1,52%, serta sektor lainnya yang juga berakhir di zona hijau.

        Phintraco Sekuritas menilai pelemahan indeks lebih dipicu aksi realisasi keuntungan setelah IHSG mencatat reli dalam beberapa pekan terakhir.

        "Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 6.280 hingga 6.400 pada perdagangan hari ini," tulis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya.

        Secara teknikal, Phintraco menilai tren IHSG masih relatif positif. Indeks masih bergerak di atas rata-rata pergerakan (moving average) MA5 dan MA20, sementara indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih menunjukkan histogram positif yang mengindikasikan momentum penguatan belum sepenuhnya hilang.

        Untuk perdagangan selanjutnya, Phintraco memperkirakan IHSG bergerak pada area support 6.250, pivot 6.300, dan resistance 6.400.

        Dari sisi fundamental, salah satu sentimen utama berasal dari keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang mempertahankan BI Rate di level 5,75%. Keputusan tersebut berada di bawah ekspektasi sebagian pelaku pasar yang sebelumnya memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.

        Selain mempertahankan BI Rate, BI juga menahan suku bunga Deposit Facility di level 4,75% dan Lending Facility sebesar 6,50%.

        Menurut Phintraco Sekuritas, keputusan tersebut mencerminkan keyakinan bank sentral bahwa stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi masih terjaga sehingga ruang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi tetap tersedia. Pada saat yang sama, BI juga melanjutkan berbagai kebijakan untuk mendorong masuknya investasi portofolio asing dan menjaga stabilitas pasar keuangan.

        Dukungan terhadap pasar juga datang dari sektor perbankan. Hingga Juni 2026, pertumbuhan kredit nasional mencapai 12,67% secara tahunan (year on year/yoy), meningkat dibandingkan 11,51% pada Mei 2026 dan menjadi laju pertumbuhan tertinggi sejak April 2024.

        Pertumbuhan tersebut ditopang kredit investasi yang meningkat 24,9%, kredit modal kerja 8,94%, dan kredit konsumsi 5,75%.

        Baca Juga: IHSG Telah Menguat 13%, Astronacci Sebut Sinyal Big Bottom Mulai Terealisasi

        Baca Juga: IHSG Berpeluang Lanjut ke 6.700, tapi Investor Tetap Waspada Potensi Koreksi

        Baca Juga: IHSG Berpotensi Menguat, Ini Sentimen Pendorongnya

        Phintraco menilai kondisi industri perbankan nasional masih solid di tengah ketidakpastian global, didukung permodalan yang kuat, kualitas kredit yang tetap terjaga, serta likuiditas yang memadai.

        BI juga memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 berada pada kisaran 8%-12%. Proyeksi tersebut didukung fasilitas kredit yang belum dicairkan (undisbursed loan) sebesar Rp2.490 triliun atau sekitar 21,52% dari total plafon kredit.

        "Meskipun BI Rate telah naik kumulatif 100 basis poin sejak Juni 2026, pertumbuhan kredit tetap menunjukkan peningkatan," tulis Phintraco Sekuritas.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: