Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Telah Menguat 13%, Astronacci Sebut Sinyal Big Bottom Mulai Terealisasi

IHSG Telah Menguat 13%, Astronacci Sebut Sinyal Big Bottom Mulai Terealisasi Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Rumah analisis pasar Astronacci menyatakan proyeksi pembentukan big bottom Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Juli 2026 mulai terealisasi setelah indeks menguat sekitar 13% sejak awal bulan.

Klaim tersebut disampaikan setelah IHSG berbalik menguat dari fase koreksi yang berlangsung sepanjang semester I/2026. Sebelumnya, pasar saham domestik berada di bawah tekanan akibat meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dan tensi geopolitik yang memicu sentimen negatif di kalangan investor.

Asisten Profesor Astronacci International, Gema Goeyardi, mengatakan pihaknya telah menyampaikan sejak Mei 2026 bahwa Juli berpotensi menjadi periode pembentukan dasar (bottoming) IHSG berdasarkan metode Astronacci Time & Price Analysis.

“Sejak Mei 2026, baik dalam acara Stock Idea Festival dari Sucor Sekuritas maupun melalui berbagai analisis di kanal YouTube Astronacci, kami telah menyampaikan bahwa berdasarkan metode Astronacci Time & Price Analysis, apabila Januari menjadi peak, maka Juli 2026 berpotensi menjadi periode pembentukan Big Bottom IHSG yang sekaligus membuka peluang dimulainya fase akumulasi dan pemulihan,” ujar Gema dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (23/7).

Menurut Gema, proyeksi tersebut merupakan kelanjutan dari analisis yang disampaikan sejak akhir 2025. Saat itu, Astronacci memperkirakan IHSG masih memiliki ruang penguatan menuju area 9.150–9.250 sebelum memasuki fase koreksi yang lebih dalam.

IHSG kemudian mencapai level 9.174 pada 20 Januari 2026 sebelum berbalik melemah.

Dalam perkembangan berikutnya, Astronacci menyebut telah mengingatkan investor mengenai potensi fase bearish dan peluang IHSG menutup celah (gap) di area 6.000-an seiring meningkatnya risiko global.

Memasuki Juni 2026, fokus analisis beralih pada estimasi waktu pembentukan bottom. Gema mengatakan pihaknya memperkirakan 9 Juni sebagai potensi titik balik (reversal) pasar.

Menurut Astronacci, IHSG kemudian mulai menguat sejak 9 Juni hingga pertengahan bulan sebelum kembali mengalami tekanan pada akhir Juni.

Pada pembaruan analisis 1 Juli 2026, Astronacci kembali menyampaikan bahwa IHSG telah memasuki fase akumulasi dengan target penguatan menuju kisaran 6.400–6.700.

Baca Juga: Reli Berakhir! IHSG Ditutup Melemah usai BI Pertahankan BI Rate 5,75%

Baca Juga: Investor Asing Kembali Masuk, Prospek IHSG Makin Cerah

Hingga 22 Juli 2026, IHSG disebut telah menguat sekitar 13% dibandingkan posisi saat pembaruan analisis tersebut disampaikan.

Meski demikian, Gema mengingatkan bahwa pergerakan pasar saham tetap dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi global dan dinamika geopolitik, sehingga investor perlu tetap mencermati perkembangan pasar secara menyeluruh.

“Ketika terjadi penurunan, IHSG akan menemukan kembali titik all time high-nya. Yang diingat, market merah ingat Astronacci. Investor yang tetap tenang dan tidak takut dengan ilmu yang telah kita bekali tentunya bisa selamat dari fase ini dan mendulang cuan,” ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri