Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Shin Tae-yong Pertimbangkan Banding usai Dihukum 10 Tahun oleh KFA

        Shin Tae-yong Pertimbangkan Banding usai Dihukum 10 Tahun oleh KFA Kredit Foto: Antara/Fikri Yusuf
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Shin Tae-yong belum menyerah setelah dijatuhi hukuman larangan beraktivitas di sepak bola Korea Selatan selama 10 tahun. Mantan pelatih Timnas Indonesia itu mengaku masih mempertimbangkan langkah banding untuk melawan keputusan Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA).

        Meski demikian, Shin memilih tidak mengungkap secara rinci alasan keberatannya terhadap sanksi tersebut. Ia mengaku ada banyak hal yang menurutnya tidak adil, tetapi memilih menahan diri demi menjaga situasi.

        "Ada banyak aspek yang terasa tidak adil dan saya ingin mengungkapkan kebenaran. Tetapi murid-murid saya bisa terluka jika saya berbicara, dan suasana (sepakbola) domestik juga sedang tidak baik," ujar Shin Tae-yong.

        Pernyataan itu menjadi respons pertama Shin setelah KFA menjatuhkan hukuman berat berupa larangan berkegiatan di dunia sepak bola Korea Selatan selama satu dekade.

        Meski membuka peluang banding, pelatih berusia 55 tahun tersebut dipastikan masih dapat menjalankan pekerjaannya sebagai pelatih Persija Jakarta. Hukuman yang dijatuhkan KFA hanya berlaku untuk aktivitas sepak bola di Korea Selatan.

        Sanksi tersebut merupakan buntut investigasi panjang yang dilakukan KFA bersama Pusat Etika Olahraga di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan.

        Penyelidikan itu berkaitan dengan masa kepelatihan Shin Tae-yong di Ulsan HD pada Agustus hingga Oktober 2025.

        Dalam proses investigasi, KFA menerima sejumlah laporan mengenai pendekatan disiplin Shin kepada pemain yang dianggap terlalu keras.

        Baca Juga: Buntut Polemik Ulsan HD, KFA Jatuhi, Karier Shin Tae-yong Mati di Korea Selatan

        Beberapa pemain disebut keberatan dengan tindakan fisik seperti tamparan yang dilakukan Shin saat sesi latihan maupun pertandingan. Saat itu, Shin membantah memiliki niat buruk dan menyebut tindakan tersebut sebagai bagian dari metode kepelatihannya.

        Selain dugaan perlakuan kasar terhadap pemain, Shin juga disorot karena dituduh bermain golf di tengah jadwal kompetisi bersama Ulsan HD.

        Dua persoalan itulah yang kemudian menjadi dasar KFA menjatuhkan hukuman larangan beraktivitas di sepak bola Korea Selatan selama 10 tahun.

        Kini, Shin Tae-yong masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding apabila memutuskan melawan putusan tersebut. Namun hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari mantan pelatih Timnas Indonesia itu mengenai langkah hukum yang akan ditempuh.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: