Kredit Foto: Instagram/Said Didu
Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu menilai biaya pemeliharaan dan penyusutan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur bisa mencapai sekitar Rp10 triliun per tahun.
Karena itu, ia mengusulkan agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama para menteri Kabinet Merah Putih yang dianggapnya sebagai “Jokower” berkantor di IKN agar proyek tersebut tidak mubazir.
"Saya sih usulkan Wapres dan 17 Menteri Jokower ngantor di IKN - daripada mubazir. Untuk pemeliharaan dan penyusutan saja butuh sekitar Rp 10 trilyun per tahun," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Sabtu (25/7).
Sebagai catatan, laporan resmi Otorita IKN (OIKN) menyebut biaya operasional dan pemeliharaan gedung pemerintahan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) berkisar Rp485 miliar pada 2026, dan diproyeksikan naik menjadi Rp585 miliar pada Tahun Anggaran 2027.
Kepala OIKN Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa biaya pemeliharaan infrastruktur dasar berkisar Rp200–300 miliar per tahun. Jika ditambah dengan operasional seluruh gedung pemerintahan baru, totalnya mencapai Rp585 miliar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: