Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        5 dari 100 Penduduk Angkatan Kerja Indonesia Masih Menganggur di 2026, Jakarta Masuk Daftar

        5 dari 100 Penduduk Angkatan Kerja Indonesia Masih Menganggur di 2026, Jakarta Masuk Daftar Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pengangguran didefinisikan sebagai penduduk berusia 15 tahun ke atas yang tidak memiliki pekerjaan, tetapi sedang aktif mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha baru, telah diterima bekerja namun belum mulai bekerja, atau merasa tidak mungkin memperoleh pekerjaan sehingga berhenti mencari kerja (putus asa).

        Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Indonesia masih mencapai 7,24 juta orang per Februari 2026. Angka tersebut memang menurun dibandingkan Februari 2025, namun menunjukkan masih banyak angkatan kerja yang belum terserap oleh pasar tenaga kerja.

        Secara nasional, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,68 persen. Artinya, dari setiap 100 orang yang termasuk angkatan kerja, sekitar lima orang masih belum mendapatkan pekerjaan.

        Dilihat berdasarkan provinsi, Papua menjadi daerah dengan tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia, yakni sebesar 7,02 persen. Posisi berikutnya ditempati Kepulauan Riau dengan TPT 6,87 persen.

        Jawa Barat berada di urutan ketiga dengan tingkat pengangguran sebesar 6,64 persen, diikuti Banten 6,59 persen dan Papua Barat Daya 6,41 persen. Sementara itu, DKI Jakarta menempati peringkat keenam dengan TPT 6,03 persen.

        Adapun provinsi lain yang masuk dalam daftar 10 daerah dengan tingkat pengangguran tertinggi adalah Aceh (5,88 persen), Maluku (5,80 persen), Sulawesi Utara (5,75 persen), dan Sumatera Barat (5,51 persen).

        Daftar 10 Provinsi dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi per Februari 2026

        1. Papua: 7,02%
        2. Kepulauan Riau: 6,87%
        3. Jawa Barat: 6,64%
        4. Banten: 6,59%
        5. Papua Barat Daya: 6,41%
        6. DKI Jakarta: 6,03%
        7. Aceh: 5,88%
        8. Maluku: 5,80%
        9. Sulawesi Utara: 5,75%
        10. Sumatera Barat: 5,51%

        Lulusan SMK Masih Mendominasi Angka Pengangguran

        Selain berdasarkan wilayah, BPS juga memetakan tingkat pengangguran menurut jenjang pendidikan terakhir yang ditamatkan.

        Hasilnya menunjukkan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi, yakni mencapai 7,74 persen. Posisi kedua ditempati lulusan SMA dengan tingkat pengangguran 6,23 persen.

        Sementara lulusan perguruan tinggi, mulai dari Diploma IV hingga doktoral (S1, S2, dan S3), mencatat tingkat pengangguran sebesar 6,13 persen. Adapun lulusan Diploma I hingga Diploma III memiliki TPT 4,80 persen.

        Kelompok lulusan SMP memiliki tingkat pengangguran sebesar 4,19 persen, sedangkan penduduk dengan pendidikan SD atau lebih rendah menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran paling rendah, yakni 2,32 persen.

        Baca Juga: Said Iqbal Ungkap Dua Perusahaan Tekstil di Jateng Berpotensi PHK 1.500 Pekerja

        Tingkat Pengangguran Berdasarkan Pendidikan per Februari 2026

        1. SMK: 7,74%
        2. SMA: 6,23%
        3. D-IV/S1/S2/S3: 6,13%
        4. D-I/D-II/D-III: 4,80%
        5. SMP: 4,19%
        6. SD ke bawah: 2,32%

        Meski jumlah pengangguran secara nasional mengalami penurunan, disparitas antarwilayah dan kelompok pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah bagi pasar tenaga kerja Indonesia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: