Kredit Foto: Instagram/Dede Budhyarto
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyinggung istilah "londo ireng" masih terus memicu polemik di ruang publik. Di tengah gelombang kritik yang mendesak Prabowo meminta maaf, mantan Komisaris PT Pelni Dede Budhyarto justru memberikan pembelaan keras sekaligus menyindir pihak-pihak yang merasa tersinggung.
Melalui akun media sosial X miliknya, Dede menilai reaksi keras yang bermunculan setelah pidato Prabowo justru memperlihatkan siapa saja yang merasa tersentil oleh ucapan tersebut.
"Ucapan Presiden soal 'londo ireng' bikin banyak orang langsung merah muka, marah-marah, tuntut minta maaf. Nah, itulah buktinya. Yang kebakaran jenggot itu justru londo-londo ireng-nya," tulis Dede.
Ia kemudian melanjutkan sindirannya dengan menyebut ada pihak-pihak yang selama ini mengaku netral, tetapi justru bereaksi paling keras terhadap pidato Presiden.
Baca Juga: Rakyat Mulai Lelah? Survei SMRC Ungkap Kepuasan ke Prabowo Anjlok 30 Poin
"Mereka yang pura-pura netral, pura-pura jaga bangsa, sekarang teriak paling kencang. Kenapa? Karena kena batunya. Ibarat mau berantas tikus? Bakar saja lumbungnya. Langsung keluar semua, menggerutu, mengadu, minta dilindungi," ujarnya.
Dede bahkan menyetujui pernyataan Prabowo soal sosok londo ireng yang masih ada hingga saat ini, hanya dengan profesi dan penampilan yang berbeda.
"Ternyata memang masih ada. Hanya sekarang pakainya baju wartawan, baju pengamat, baju LSM. Yang tersinggung, tenang saja. Presiden cuma nyebutin fakta. Kalau merasa tertuju, ya mungkin memang tertuju," tambah dia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan mengenai "londo ireng" saat menghadiri Peringatan Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center, Kamis (23/7/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan mentalitas "londo ireng" masih ada hingga sekarang. Ia menyebut masih terdapat orang Indonesia yang lebih memilih mengabdi kepada kepentingan bangsa asing dibandingkan kepentingan negaranya sendiri.
Baca Juga: Kenapa Setiap Masalah Dikaitkan dengan Jokowi? Gus Din: Dia Itu Magnet
"Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Itu yang dulu kita sebut Londo Ireng. Iya, yang ikut Belanda perang lawan kita, Londo-Londo Ireng ini sampai sekarang masih ada, hanya dia sekarang pakai baju lain kan," kata Prabowo.
Presiden kemudian menyinggung sejumlah profesi yang menurutnya patut dipertanyakan sumber pembiayaannya.
"Wartawan, jurnalis, apa itu, pengamat, LSM harus kita tanya, yang gaji lu siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu siapa? Cari pekerjaan susah, kita tahu kan?" imbuhnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: