Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        LPS Pastikan Belum Ada Fenomena Masyarakat 'Makan Tabungan'

        LPS Pastikan Belum Ada Fenomena Masyarakat 'Makan Tabungan' Kredit Foto: LPS
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu, memastikan belum melihat adanya fenomena masyarakat menggerus tabungan atau 'makan tabungan' di tengah kondisi ekonomi saat ini.

        Menurut Anggito, pertumbuhan simpanan masih terjadi di seluruh kelompok nominal, mulai dari tabungan kecil hingga simpanan bernilai miliaran rupiah.

        "Nggak ya, semua masih tumbuh ya. Baik itu tabungan-tabungan yang di bawah Rp100 juta maupun sampai dengan di atas Rp5 miliar semuanya tumbuh dan bergerak," kata Anggito di kutip Selasa (28/7/2026).

        Ia menjelaskan, pertumbuhan dana pihak ketiga tersebut menunjukkan bahwa likuiditas perbankan masih terjaga dan aliran dana masyarakat ke sektor perbankan tetap berjalan dengan baik.

        Lebih lanjut, Anggito menilai kondisi itu mencerminkan bahwa dana yang tersimpan di perbankan masih mampu mendukung aktivitas perekonomian, terutama pembiayaan sektor riil.

        "Jadi itu menunjukkan bahwa sebetulnya sirkulasi dana yang masuk ke bank itu mendukung kegiatan ekonomi, sektor riil khususnya," ujarnya.

        Sebelumnya LPS mencatat jumlah simpanan masyarakat dengan saldo di bawah Rp100 juta per Mei 2026 masih tumbuh sebesar 1,84%.

        Baca Juga: LPS Terus Pantau Bunga Simpanan Bank Digital agar Sesuai TBP

        Baca Juga: Terus Bersiap, LPS Targetkan Program Penjaminan Polis Meluncur di April 2027

        Sementara itu, simpanan dengan nilai di atas Rp5 miliar mencatat pertumbuhan lebih tinggi, yakni 21,6% secara tahunan hingga Maret 2026.

        Ketua LPS, Anggito Abimanyu, menjelaskan pertumbuhan simpanan besar tersebut turut dipengaruhi penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah pada bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Namun demikian, secara fundamental pertumbuhan simpanan tetap solid meski tanpa faktor dana pemerintah.

        "Kalau saya berandai-andai tanpa menghitung dana pemerintah pun, masih tetap tumbuh 9,6%," ungkapnya dalam konferensi pers di kantor Otoritas Jasa Keuangan, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: