Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

LPS Kebut Kesiapkan Program Penjaminan Polis, Progres Capai 49%

LPS Kebut Kesiapkan Program Penjaminan Polis, Progres Capai 49% Kredit Foto: Aryo Hadi Wibowo
Warta Ekonomi, Jakarta -

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menargetkan persiapan Program Penjaminan Polis (PPP) yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2027. Dalam skenario moderat, program tersebut diproyeksikan aktif pada Juli 2027.

Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan Polis, Ferdinan D. Purba, mengatakan sejumlah tahapan persiapan PPP saat ini telah menunjukkan progres hingga 49%.

Namun, angka tersebut tidak menggambarkan keseluruhan kesiapan program. Purba menjelaskan persentase tersebut merupakan capaian tahapan tertentu yang diukur terhadap target waktu yang telah ditetapkan.

Menurut Purba, LPS terus mempercepat sejumlah pekerjaan yang sebelumnya dijadwalkan selesai pada periode berikutnya. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan program tidak tertinggal dari target aktivasi.

“Kita harus cepat. Jadi katakan misalnya bahwa ada aktivitas-aktivitas yang harusnya dilakukan pada bulan depan, itu sudah selesai sekarang,” ujarnya dalam rapat bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia, Kamis, (10/9/2026).

Purba menegaskan LPS memantau capaian setiap tahapan berdasarkan target waktu masing-masing. Dengan demikian, angka 49% tidak dapat diartikan sebagai tingkat kesiapan keseluruhan PPP.

Dalam persiapan PPP, LPS juga masih menyelesaikan sejumlah pekerjaan, termasuk regulasi, teknologi informasi, serta kesiapan data polis. Salah satu tantangan utama berada pada standarisasi data karena LPS harus mengintegrasikan data dari banyak perusahaan asuransi dengan sistem yang berbeda-beda.

Purba mengatakan standardisasi data menjadi penting karena LPS nantinya dituntut dapat melakukan transfer polis ketika perusahaan asuransi masuk dalam proses resolusi. Dengan data yang terstandar, proses pemindahan polis kepada perusahaan lain diharapkan dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Baca Juga: BI Tetap Independen Meski Pemerintah Hadir di RDG, Ini Penjelasan LPS

Baca Juga: ​Kalah dari Singapura hingga Filipina, Penetrasi Asuransi RI Tertinggal di ASEAN

LPS menyiapkan dua skenario aktivasi PPP. Skenario optimistis menargetkan program dapat mulai aktif pada April 2027, sedangkan skenario moderat menempatkan aktivasi pada Juli 2027.

“Memang kesiapan ada beberapa yang masih 49. Coba kita lihat, ya kami membuat target ini semua selesai Pak, di 2 April 2025. Jadi 100% itu sebenarnya di April 2025,” tegas Purba. 

Kesiapan tersebut menjadi penting karena perubahan mandat LPS membuat lembaga tersebut tidak hanya berfokus pada pembayaran ketika perusahaan asuransi gagal, tetapi juga memiliki peran lebih besar dalam proses resolusi dan menjaga keberlanjutan perlindungan pemegang polis.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra