Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pakai Jet Tempur, Amerika Serikat dan Arab Saudi Kompak Gempur Sekutu Iran di Irak

        Pakai Jet Tempur, Amerika Serikat dan Arab Saudi Kompak Gempur Sekutu Iran di Irak Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi dilaporkan melancarkan operasi militer bersama terhadap kelompok yang disebut berafiliasi dengan Iran di Irak Timur. Serangan tersebut menjadi salah satu operasi gabungan paling menonjol di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran di Timur Tengah.

        Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi itu dilakukan pada Selasa (28/7/2026). Pihaknya berkolaborasi dalam serangan itu dengan menggandeng Angkatan Bersenjata Arab Saudi. Target operasi disebut merupakan kelompok bersenjata yang dituduh mendapat arahan langsung dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

        Baca Juga: Diungkap Purnawirawan Mayjen, Kekuatan Asing hingga Polisi Jadi Bekingnya Jokowi di Kasus Ijazah

        CENTCOM menyebut serangan dilakukan sebagai respons terhadap rentetan aksi yang diklaim mengancam pasukannya dan infrastruktur energi milik Arab Saudi.

        "Komando Pusat Amerika Serikat dan Angkatan Bersenjata Arab Saudi melakukan serangan presisi di Irak. Kami menyerang teroris yang bersekutu dengan Iran," ungkap Washington, dikutip Rabu (29/7/2026).

        CENTCOM menyebut operasi tersebut melibatkan jet tempur yang menyerang sejumlah lokasi penyimpanan senjata serta fasilitas logistik milik kelompok yang disebut didukung Iran.

        Militer Amerika mengklaim langkah itu diambil setelah lebih dari 30 serangan drone yang diarahkan IRGC terjadi dalam kurun waktu 72 jam terakhir. Namun mereka menyatakan seluruh serangan drone tersebut gagal mencapai sasaran.

        CENTCOM, selain mengungkap insiden dalam beberapa hari terakhir, juga memaparkan data mengenai meningkatnya ancaman terhadap personel Amerika di Irak.

        "Dari Februari hingga April 2026, terjadi lebih dari 600 upaya serangan terhadap warga dan fasilitas kami oleh milisi teroris yang bersekutu dengan Iran di Irak," demikian pernyataan CENTCOM.

        Washington menuding kelompok-kelompok bersenjata itu terus meningkatkan aktivitas militernya dengan dukungan IRGC.

        Serangan Amerika Serikat dan Arab Saudi dinilai menjadi sinyal semakin eratnya kerja sama keamanan kedua negara dalam menghadapi kelompok-kelompok yang dianggap mengancam stabilitas kawasan.

        Baca Juga: Dokter Zulkifli: Foto di Ijazah Tak Mungkin Jokowi, Bahkan Operasi Plastik Tak Bisa Ubah Ini

        Operasi tersebut juga berlangsung di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah terkait maupun kelompok-kelompok bersenjata di Irak.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: