Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
BANDUNG,- PT Bio Friends Indonesia mulai merealisasikan investasi pengembangan industri bahan bakar bersih di Indonesia melalui pembangunan pabrik produksi Dimethyl Ether (DME) di Indonesia.
Proyek senilai sekitar USD 12 juta tersebut menjadi langkah awal perusahaan asal Korea Selatan, Bio Friends Inc., untuk memperluas bisnis energi bersih sekaligus mendukung penguatan industri energi nasional.
Komitmen investasi itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian investasi antara Bio Friends Inc. dan mitra Indonesia di pabrik produksi DME Bio Friends di Boeun, Chungcheongbuk-do, Korea Selatan, pada 22 Juli 2026. Melalui kesepakatan tersebut, Bio Friends mempercepat ekspansi ke pasar bahan bakar bersih Indonesia.
Direktur Utama PT Bio Friends Indonesia, Jae Moon Park, mengatakan proyek tersebut dijalankan melalui PT Bio Friends Indonesia (BFINDO) bersama PT Arasy Energi Indonesia (AEI) dan PT Dimethyl Ether Nusantara (DEN). DEN merupakan perusahaan baru yang dibentuk bersama NEI, perusahaan investasi Indonesia yang memiliki bisnis di sektor kapal, alat berat pertambangan, truk berat, serta logistik industri.
Menurut Jae Moon Park, keterlibatan NEI tidak hanya sebagai investor, tetapi juga sebagai calon pengguna DME untuk mendukung operasional armada dan peralatan industri berbasis bahan bakar bersih.
"Proyek ini juga diharapkan mendukung arah kebijakan pemerintah Indonesia untuk memperluas penggunaan bahan bakar bersih yang ramah lingkungan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar impor seperti LPG dan diesel," kata Jae Moon Park di Bandung, Rabu (29/7/2026).
Pabrik DME yang akan dibangun di Sidoarjo dirancang memiliki kapasitas produksi 10.000 ton per tahun. Pendanaan proyek akan berasal dari kombinasi investasi ekuitas para pemegang saham dan skema pembiayaan proyek.
Jae Moon Park menjelaskan perjanjian tersebut tidak hanya mengatur penyertaan modal, tetapi juga menjadi kerangka kerja untuk menarik investor tambahan dari Korea Selatan maupun Indonesia.Pemegang saham asal Korea, termasuk Bio Friends, akan menguasai 51 persen sahamĀ perusahaan proyek.
Sepanjang 2026, konsorsium akan menyelesaikan rekayasa dasar, studi kelayakan teknis, finansial, lingkungan, dan sosial. Selain itu, mereka akan mengurus berbagai perizinan, akuisisi lahan, kontrak pasokan metanol sebagai bahan baku, serta mengamankan kontrak pembelian minimal 70 persen dari kapasitas produksi.
Perusahaan menargetkan pabrik mulai beroperasi pada 2028 dengan kapasitas produksi 10.000 ton DME setiap tahun. Dalam proyek tersebut, Bio Friends menyediakan teknologi produksi DME, rekayasa dasar, serta keahlian operasional proses.
Sementara itu, mitra Indonesia menangani proses perizinan, koordinasi EPC, pembiayaan, dukungan operasional, dan pengembangan pasar. Seluruh teknologi, data rekayasa, serta hak kekayaan intelektual tetap menjadi milik eksklusif Bio Friends.
Selain pembangunan pabrik DME, Bio Friends juga mengkaji pengembangan proyek Carbon Capture Utilization (CCU) di Indonesia. Perusahaan berencana menerapkan teknologi konversi karbon dioksida menjadi metanol yang saat ini dikembangkan di fasilitas demonstrasi Danyang, Korea Selatan.
NEI dan AEI juga menyatakan minat mengembangkan proyek yang memanfaatkan emisi karbon dari industri semen, baja, dan pembangkit listrik menjadi metanol serta DME. Para pihak bahkan membahas pembangunan fasilitas metanol hijau dan DME hijau dengan kapasitas mencapai 100.000 ton per tahun.
Proyek lanjutan tersebut diharapkan membentuk ekosistem bahan bakar bersih berbasis CCU yang mampu mengurangi emisi karbon industri, menekan impor bahan bakar, sekaligus memperkuat rantai pasok energi bersih di Indonesia.
Sebagai bahan bakar alternatif, DME memiliki karakteristik yang serupa dengan LPG sehingga dapat dimanfaatkan pada berbagai sektor, mulai dari kapal, peralatan pelabuhan, generator listrik, boiler industri, hingga alat berat logistik. Tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG dinilai membuka peluang besar bagi pengembangan industri DME dalam negeri.
Pada tahap awal, konsorsium akan memfokuskan pembangunan pabrik berkapasitas 10.000 ton per tahun. Selanjutnya, mereka menargetkan ekspansi menuju proyek DME berkapasitas lebih dari 100.000 ton per tahun, termasuk penerapan bahan bakar DME pada armada kapal, alat berat, dan infrastruktur logistik milik NEI.
Melalui kerja sama tersebut, Bio Friends dan mitra Indonesia menargetkan terciptanya platform industri bahan bakar bersih yang mencakup produksi DME, metanol hijau berbasis CCU, pengembangan pasar, pembiayaan, hingga komersialisasi proyek energi bersih skala besar di Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Annisa Nurfitri