Kredit Foto: Danone
Danone Indonesia terus memperluas pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi perusahaan. Hingga saat ini, perusahaan telah mengoperasikan PLTS dengan total kapasitas terpasang lebih dari 10,4 megawatt peak (MWp) di 11 fasilitas produksi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Langkah tersebut turut mengantarkan Danone Indonesia meraih Solar Awards 2026 kategori industri dalam ajang Indonesia Solar Summit (ISS) 2026. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas implementasi energi surya dalam operasional bisnis serta komitmen perusahaan dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Chief Executive Officer Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, mengatakan Solar Awards diberikan kepada institusi yang telah menunjukkan implementasi nyata dalam pemanfaatan energi surya.
"Solar Awards merupakan bentuk apresiasi kepada institusi yang telah menunjukkan implementasi nyata dalam pemanfaatan energi surya. Melalui penghargaan ini, kami berharap semakin banyak praktik baik yang dapat mendorong pengembangan ekosistem energi surya sekaligus memperkuat transisi menuju ekonomi rendah karbon di Indonesia," ujar Fabby.
Director Public Affairs & Sustainability Danone Indonesia, Karyanto Wibowo, mengatakan pemanfaatan energi surya menjadi salah satu upaya perusahaan untuk mengurangi jejak karbon operasional sekaligus meningkatkan efisiensi energi.
"Keberlanjutan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari cara kami menjalankan bisnis. Pemanfaatan energi surya di berbagai fasilitas produksi menjadi salah satu langkah nyata kami dalam mengurangi jejak karbon operasional sekaligus meningkatkan efisiensi energi"
"Selain itu, kami juga terus memperkuat berbagai inisiatif dekarbonisasi, mulai dari rehabilitasi dan konservasi lingkungan, perlindungan keanekaragaman hayati, optimalisasi transportasi dan efisiensi operasional, hingga pemanfaatan biomassa sebagai energi alternatif. Seluruh upaya ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Danone Indonesia untuk mendukung target Net Zero Emissions Indonesia," kata Karyanto.
Saat ini, PLTS Danone Indonesia telah beroperasi di 11 fasilitas produksi yang berlokasi di Klaten, Ciherang, Banyuwangi, Mekarsari, Mambal, Cianjur, Langkat, Prambanan, Yogyakarta, Sentul, dan Ciracas.
Baca Juga: IESR Dorong PLTS 100 GW Terintegrasi dengan Program Listrik Desa
Baca Juga: Bulan Depan, Menkop Ferry Bakal Resmikan PLTS Kelolaan Koperasi di Kepulauan Riau
Pemanfaatan energi surya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen global Danone sebagai anggota RE100 yang menargetkan penggunaan 100% listrik dari sumber energi terbarukan di seluruh operasional global pada 2030.
Selain memperluas penggunaan PLTS, Danone Indonesia juga menjalankan berbagai inisiatif dekarbonisasi lainnya, antara lain menanam lebih dari 2,6 juta pohon di area konservasi seluas 6.000 hektare, mengembangkan 20 taman keanekaragaman hayati (KEHATI), mengoptimalkan efisiensi transportasi dan operasional, serta memanfaatkan rice husk boiler sebagai sumber energi alternatif di fasilitas produksi.
Karyanto menegaskan seluruh inisiatif tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung target Net Zero Emissions Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: